Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Angklung Paglak Banyuwangi Kembali Bergema, RTH Singojuruh Jadi Saksi Semangat Budaya

Agung Sedana • Minggu, 1 Juni 2025 | 21:21 WIB
Pertunjukan seni Paglak Menyingsing di Singojuruh, Banyuwangi.
Pertunjukan seni Paglak Menyingsing di Singojuruh, Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Senandung angklung kembali menggema di tengah senja Banyuwangi, Sabtu malam (31/5/2025) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singojuruh. Angklung Paglak adalah seni musik tradisional khas Banyuwangi yang dikemas dengan tajuk Paglak Menyingsing, Senja Berkisah.

Acara ini tak sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari gerakan pelestarian budaya yang difokuskan pada dokumentasi pengetahuan maestro. Didukung penuh oleh Dana Indonesiana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Sosok Tohan, Sang Penjaga Nada Angklung

Maestro angklung Banyuwangi
Maestro angklung Banyuwangi

Di balik gelaran seni ini, berdiri sosok Tohan, seorang maestro Angklung Paglak berusia 74 tahun. Ia tidak hanya dikenal sebagai pemain andal, tapi juga sebagai penjaga nilai-nilai seni yang telah diwariskannya selama puluhan tahun.

Menurut Adlin Mustika Alam, Ketua Sanggar Jiwa Etnik Blambangan selaku penggagas acara, nama Tohan menjadi inspirasi utama yang menyulut semangat regenerasi seni ini.

“Pertunjukan malam ini adalah penghormatan sekaligus penutup dari proses belajar bersama Pak Tohan. Kami menimba ilmu langsung dari sumbernya, dari hati yang menjaga seni dengan tulus,” jelas Adlin.

Santri Angklung: 25 Pemuda Belajar dari Maestro

Sebanyak 25 anak muda dari berbagai wilayah Banyuwangi telah mengikuti proses "nyantrik" di rumah Pak Tohan. Mereka tidak hanya dilatih memainkan angklung, tetapi juga diajak memahami filosofi dan sejarah di balik setiap nada yang dimainkan.

Proses ini menjadi lebih dari sekadar latihan. Ini adalah bentuk transfer nilai budaya yang hidup. Ini juga menjadi sebuah pendidikan yang tak tertulis namun terasa kuat dalam semangat para pemuda.

Tohan sendiri mengungkapkan harapan agar Angklung Paglak tidak hanya dikenang, tetapi terus dimainkan dan dikembangkan oleh generasi masa kini.

“Kalau anak-anak muda Banyuwangi tidak ikut menjaga, siapa lagi yang akan meneruskannya?” tuturnya dengan suara bergetar.

Harapan senada datang dari Adlin. Ia percaya bahwa dari proses ini akan lahir kreativitas baru yang tetap berpijak pada akar budaya. "Kami ingin Angklung Paglak bukan hanya bertahan, tapi juga tumbuh di tangan generasi selanjutnya," ucapnya.

Gemuruh Budaya di RTH Singojuruh

Pertunjukan seni Paglak Menyingsing di Banyuwangi.
Pertunjukan seni Paglak Menyingsing di Banyuwangi.

Pertunjukan yang memadukan musik angklung dengan narasi budaya ini berhasil menyedot perhatian ratusan penonton. Suasana hangat terasa saat denting bambu berpadu dengan cerita masa lalu, menyatu dalam suasana yang syahdu di bawah langit senja Banyuwangi.

Kegiatan ini menegaskan satu hal, yakni pelestarian budaya tidak harus kaku. Ia bisa hidup dalam irama yang menggugah, dalam panggung yang terbuka, dan dalam semangat yang ditanamkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Editor : Agung Sedana
#Angklung Paglak #singojuruh #banyuwangi