Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Untuk Apa Festival Padhang Ulanan Digelar? Ini Alasan Bupati Ipuk Fiestiandani Libatkan 300 Pelajar Menari di Glenmore Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Senin, 19 Mei 2025 | 16:08 WIB
Para pelajar menampilkan tari tradisional Banyuwangi dalam Festival Padhang Ulanan di RTH Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (17/5).
Para pelajar menampilkan tari tradisional Banyuwangi dalam Festival Padhang Ulanan di RTH Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (17/5).

RADARBANYUWANGI.ID – Bagi Pemkab Banyuwangi seni budaya lokal tidak hanya berperan dalam membentuk identitas dan keunikan daerah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat.

Untuk itu, pemkab terus memperkuat dan menjaga kelestarian seni budaya, salah satunya melalui ”Festival Padhang Ulanan” yang melibatkan ribuan pelajar.

Festival Padhang Ulanan rutin digelar setiap bulan secara bergiliran di seluruh kecamatan. Ajang ini menjadi panggung utama bagi ribuan pelajar mulai jenjang TK hingga SMA menampilkan berbagai kesenian khas Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Festival Padhang Ulanan digelar sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan kesenian dan budaya daerah.

”Anak-anak muda kami libatkan agar mereka mempelajari dan mencintai seni budaya daerah,” ujarnya, Minggu (18/5).

Digelar mulai pagi hingga petang, para pelajar menampilkan berbagai seni budaya Banyuwangi.

Seperti yang terlihat di Festival Padhang Ulanan yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (17/5).

Sekitar 300 pelajar mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA menampilkan berbagai atraksi seni. 

Ada yang menampilkan tari tradisional gandrung Marsan dan niskala seblang, pertunjukan wayang kulit, sandiwara rakyat, hingga syair tradisional Oseng.

Ada pula membacakan naskah kuno ”Mocoan Pacul Goang” yakni Lontar Yusuf diselingi dengan fragmen atau sandiwara bernuansa komedi yang mengangkat nilai-nilai positif dari isi lontar.

”Festival ini akan terus digelar setiap bulan sampai akhir tahun. Pelaksanaannya bergilir di seluruh kecamatan dengan tema yang berbeda-beda, mengacu pada akar dari seni dan budaya setempat,” tambah Ipuk.

Ipuk berharap, dengan rutin digelar atraksi seni budaya dan melibatkan ribuan siswa akan muncul talenta-talenta baru yang bakal menjadi pelaku seni kelak untuk meneruskan dan mengembangkan kesenian Banyuwangi. 

Sementara itu, para pelajar tampak semangat dan senang bisa tampil di panggung utama Festival Padhang Ulanan dan disaksikan ribuan penonton. 

”Senang sekali diberi panggung bagus untuk bisa tampil di hadapan orang-orang. Hobi saya memang menari, semoga kelak saat sudah besar tetap bisa menekuni seni tari,” kata salah satu peserta, Siva Nadia Putri, 11. 

Para orang tua siswa juga tak kalah antusias menyaksikan anaknya tampil di pertunjukan seni.

”Melihat bakat anak saya tersalurkan ini bikin kami bangga. Ini juga ajang menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak,” kata Jumenah, salah satu orang tua siswa. 

Selama ini Pemkab Banyuwangi konsisten menggelar banyak atraksi seni budaya sebagai upaya untuk melestarikan kesenian daerah sekaligus mewadahi minat dan bakat generasi muda berkesenian.

Seperti Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Gandrung Sewu, Festival Band Pelajar, dan lainnya. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#festival #Bupati Ipuk Fiestiandani #glenmore #banyuwangi #Padang Ulan #tari tradisional