Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sejarah Musik Keroncong, Harmoni Abadi dari Perpaduan Budaya

Bayu Shaputra • Rabu, 7 Mei 2025 | 13:00 WIB
AKU IKHLAS  - Cover Keroncong Gandara Loka (YouTube Gandara Loka).
AKU IKHLAS - Cover Keroncong Gandara Loka (YouTube Gandara Loka).

radarbanyuwangi.id  - Musik keroncong memiliki akar dari musik Portugis yang dikenal sebagai fado, yang dibawa ke Nusantara oleh pelaut dan budak kapal niaga Portugis pada abad ke-16.

Musik ini kemudian berinteraksi dengan budaya lokal, menghasilkan bentuk awal dari musik keroncong.

Salah satu komunitas yang memainkan peran penting dalam perkembangan awal keroncong adalah komunitas Tugu di Jakarta Utara.

Mereka mewarisi budaya musik Portugis yang disebut Moresco, yang menjadi cikal bakal dari musik keroncong.

Pada awal abad ke-20, musik keroncong mulai populer di Indonesia melalui berbagai pentas yang diselenggarakan, meskipun saat itu belum ada metode perekaman musik atau industri rekaman.

Musik ini kemudian berkembang dan mengalami berbagai perubahan, termasuk penambahan alat musik seperti biola, flute, dan cello.

Selama masa penjajahan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, musik keroncong digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Lagu-lagu seperti "Bengawan Solo" karya Gesang Martohartono menjadi sangat populer dan dianggap sebagai simbol perjuangan bangsa.

Setelah kemerdekaan, musik keroncong terus berkembang dan mengalami modernisasi.

Beberapa musisi mencoba menggabungkan keroncong dengan genre musik lain, seperti pop dan jazz, untuk menarik minat generasi muda.

Namun, upaya pelestarian musik keroncong juga terus dilakukan oleh berbagai komunitas dan pemerintah, termasuk melalui festival dan pertunjukan musik tradisional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Musik Klasik #musik kroncong #abad 16 #cover kroncong #portugis