Selain kehadiran kapal yang tangguh. Komponen kru atau anak buah kapal (ABK) juga menjadi perhitungan pemerintah Kabupaten Banyuwangi kala itu.
Untuk mendapatkan kru yang handal dan kompeten seleksi pun dilakukan tidak secara terbuka. Seleksi dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan kepentingan yang diusung.
Mereka yang terjaring kemudian dilakukan uji ketahanan fisik sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Pelaksanaan Uji ketahanan fisik calon awak (Kru) melibatkan beberapa personel dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi.
Mereka yang lolos tahap ini kemudian ditempatkan di mess yang ada di Jalan Dr Soetomo atau sekarang menjadi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Kru kemudian wajib mengikuti pelatihan fisik yang diawasi langsung oleh Lanal Banyuwangi. Latihan fisik yang diberikan dianaranya teknik renang dan ketahanan fisik diatas air.
Bahkan calon ABK Kapal Umbul Umbul Blambangan ini dilatih dengan menggunakan speedboat dengan kecepatan tinggi melewati Selat Bali menuju markas Lanal Gilimanuk.
Para awak kemudian dibawa agak ketengah laut kemudian dilepas dan disuruh renang hingga mencapai tepian. “Itu pengalaman yang saya alami saat ikut bagian pelatihan kru kapal” kenang Budi Osing. (*)
Editor : Niklaas Andries