Persis delapan hari menjelang dilepas keberangkatannya kapal terus mendapatkan polesan penyempurnaan.
Hingga akhirnya malam hari, kapal kayu yang akan membawa misi perdamaian di 6 negara itu siap ditarik dari galangan kapal.
Tidak hanya itu saja. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kapal tersebut mendapat doa khusus. Upacara selamatan dan doa bersama di atas geladak kapal.
Ritual selamatan itu, dihadiri oleh sejumlah kiai, tokoh masyarakat, pejabat Pemkab Banyuwangi dan jajaran muspida kala itu.
Sesuai jadual yang rampung dibuat tersebut ditarik sekitar pukul 19.00 pada 18 Desember 2004 malam.
Jadwal tersebut juga disesuaikan dengan kondisi air laut di kawasan Pantai Marina Boom yang sedang pasang. (*)
Editor : Niklaas Andries