Radarbanyuwangi.id – Keberadaan kapan kapal pinisi diciptakan boleh masih menjadi perdebatan. Namun kapal ini diperkirakan sudah ada sebelum tahun 1500-an. Bahkan ada yang menyatakan keberadaan kapal ini tidak terkait dengan era Majapahit.
Selain itu kapal pinisi diduga sudah melaut sejak 1500-an. Kapal ini sering digunakan oleh pelaut Konjo, Bugis, dan Mandar asal Sulawesi Selatan untuk mengangkut barang
Kapal Pinisi sendiri memiliki makna kapal yang tangguh dan mampu melawan ombak.
Kapal ini menjadi simbol kekuatan dan kejayaan suku Bugis-Makassar, sehingga proses pembuatannya dianggap sebagai upaya untuk mempertahankan identitas budaya mereka.
Berikut ciri khas yang dimiliki oleh kapal pinisi:
1. Layar kapal
Kapal pinisi memiliki 7-8 layar yang berkibar. Ini mengandung makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengarungi tujuh lautan atau samudra di dunia.
2. Tiang kapal
Kapal pinisi memiliki dua tiang utama, satu di bagian depan dan satu di bagian belakang kapal.
3. Bahan baku utama
Kapal pinisi terbuat dari kayu-kayu pilihan yang kuat dan kokoh, seperti kayu jati, kayu bitti, kayu besi, kayu jati, dan kayu kandole/punaga.
4. Alat perekat
Bagian-bagian kapal pinisi tidak menggunakan paku atau lem, melainkan pasak kayu.
5. Proses pembuatan
Kapal pinisi dibuat secara tradisional tanpa menggunakan peralatan modern. Proses pembuatannya dilakukan dengan mengandalkan ilmu yang diwariskan secara turun-temurun.
6. Bagian penting
Kapal pinisi memiliki beberapa bagian utama, seperti anjong (segitiga penyeimbang), sombala (layar utama), tanpasere (layar kecil), cocoro pantara (layar bantu depan), cocoro tangnga (layar bantu tengah), dan tarengke (layar bantu di belakang). (*)
Editor : Niklaas Andries