Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Asal Usul Nama Desa Gitik Rogojampi, Ternyata Berasal dari Nama Seblak Penjalin

Niklaas Andries • Kamis, 5 Desember 2024 | 00:30 WIB
BANJIR: Mobil UPTD Puskesmas Keliling Gitik parkir di Puskesmas Gitik, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
BANJIR: Mobil UPTD Puskesmas Keliling Gitik parkir di Puskesmas Gitik, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Desa Gitik secara administrasi masuk wilayah Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Nama Gitik bukan dari cerita legenda, melainkan faktor sejarah kebiasaan masyarakat setempat menjalakan tradisi Seblak Penjalin atau Gitikan.

Desa Gitik memiliki empat dusun yakni Dusun Krajan, Dusun Sidomulyo, Dusun Sidorejo, dan Dusun Timurejo. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Labanasem di Kecamatan Kabat.

Nama Desa Gitik berasal dari tradisi Seblak Penjalin atau Gitikan. Tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Seblak penjalin/Gitikan merupakan tradisi pertarungan ketangkasan dengan menggunakan kepala penjalin layaknya seorang pendekar.

Siapa pun yang ingin kalah akan jadi pecundang. Saat itu, tradisi Gitikan dijadikan sebuah kompetisi. Ibarat perlombaan tentu ada  hadiahnya.

Lomba Gitikan hanya berupa handuk kecil atau kaus. Barang mewah ini termasuk barang mewah karena bahan kainnya termasuk barang langka. Karena itu, banyak orang yang berpartisipasi.

Lomba Gitikan ini digelar di lapangan. Tempat diadakannya lomba ini akhirnya menjadi nama Desa Gitik.  Nama yang berasal dari sebuah tradisi di masyarakat. 

Selain itu, desa ini memiliki situs budaya yang dikenal masyarakat sebagai Situs Balekambang.  Situs ini berlokasi di Dusun Krajan, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.

Posisi persisnya Sekitar 50 meter ke arah barat, dari Balai Desa Gitik. Situs ini terletak satu kompleks dengan pemakaman umum di belakang masjid Dusun Krajan.

Untuk diketahui, Balekambang terdiri dari kata bale dan kambang yang artinya tempat terapung.

Baca Juga: Asal Usul Nama Kemiren, Banyuwangi, Identik dengan Tanaman Kemiri dan Budaya Iren-Iren

Balekambang adalah sumber mata air yang besar yang airnya muncul dari bawah pohon beringin yang tumbuh di atas sekitar Balekambang.

Situs ini dipercaya masyarakat sebagai petilasan dan makam nenek moyang yang disebut sebagai Mbah Buyut.

Sebagai bentuk penghormatan, warga Desa Gitik memiliki kebiasaan melakukan kenduren atau selametan di tempat tersebut.

Biasanya selamatan itu dihelat saat akan warga akan punya gawe seperti pernikahan dan lainnya. (nic/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#seblak #budaya #Desa Gitik #asal usul #rogojampi #Nama desa #banyuwangi