Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selamatan Laut, Nelayan Kampung Mandar Banyuwangi Larung Kepala Sapi

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 18 November 2024 | 19:17 WIB
Nelayan Kampung Mandar melarung kepala sapi jantan dan sesajen lainnya di perairan Selat Bali, Minggu (17/11).
Nelayan Kampung Mandar melarung kepala sapi jantan dan sesajen lainnya di perairan Selat Bali, Minggu (17/11).

RadarBanyuwangi.id - Tradisi selamatan laut di Kelurahan Kampung Mandar masih lestari. Minggu (17/11) kemarin, ratusan perahu mengiringi prosesi larung kepala sapi sebagai bagian puncak selamatan laut yang digelar suku Mandar yang menetap di Kelurahan Kampung Mandar.

Raung mesin kapal bergemuruh bersama di perairan kawasan plengsengan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Minggu pagi (17/11).

Iring-iringan perahu nelayan berhias dengan berbagai macam ukuran dan bentuk mengiringi perahu utama yang membawa kepala sapi.

Begitu sampai di tengah perairan, pemimpin ritual atau passili membacakan rapalan dan doa yang berisi ungkapan syukur atas hasil yang diperoleh nelayan selama setahun melaut di perairan itu.

Setelah itu, barulah perahu kecil berisi kepala sapi jantan yang sudah disiapkan sejak semalam sebelumnya dilarung ke tengah lautan.

Sorakan para nelayan mengiringi sesajen utama yang kemudian jatuh dan tenggelam di tengah lautan.

Setelah semuanya selesai, iringan kapal nelayan kemudian lanjut berlayar mengelilingi pantai di sekitar kawasan Pantai Boom dan Pantai Ancol sebelum kembali ke plengsengan.

Warga kemudian mengikuti ritual mandi-mandian yang kembali dipimpin oleh passili. Ritual dengan menyemburkan lulur kepada warga yang ikut prosesi ritual itu dipercaya bisa menghilangkan lelah yang mereka rasakan selama beberapa hari.

”Puncaknya di sini, setelah melarung kepala sapi warga Mandar mengikuti mandi-mandian untuk menghilangkan lelah karena mengikuti semua prosesi ritual,” kata Ketua Adat Masyarakat Mandar di Banyuwangi (Mandarwangi) Puang Faisal Rizal Daeng Galak.

Ritual selamatan laut nyaris sama dengan ritual petik laut yang kerap diperingati oleh masyarakat pesisir di tanah Jawa.

Yang berbeda, selamatan laut tidak digelar pada bulan Suro. Tapi justru digelar saat nelayan tengah banyak-banyaknya mendapatkan ikan.

”Yang berbeda di situ. Inti selamatan adalah bersyukur atas hasil tangkapan ikan selama satu tahun ini,” imbuh Puang Faisal. (fre/aif/c1)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#banyuwangi #kampung mandar #Selamatan Laut