Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cegah pergeseran Budaya, Komunitas Art Banyuwangi Gelar Workshop dan Lomba Kreasi Musik Tradisional

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 12 September 2024 | 21:37 WIB
SENI: Ketua DKB, Hasan Basri (pegang mic) memberi materi dalam workshop Seni Musik Tradisional.
SENI: Ketua DKB, Hasan Basri (pegang mic) memberi materi dalam workshop Seni Musik Tradisional.

RadarBanyuwangi.id – Geliat seni musik tradisional di Banyuwangi tampaknya sedang dalam trek yang positif. Hal ini berkat upaya yang dilakukan oleh para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Art Banyuwangi.

Bagaimana tidak, kelompok seniman muda tersebut tengah menggelar workshop dan Lomba Kreasi Musik Tradisional Inovatif se-Banyuwangi.

Kegiatan tersebut, dipusatkan di Cafe Bikopin yang terletak di Dusun Cermean, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh.

“Untuk workshop, kita gelar siang ini (Kamis, (12/9)). Sedangkan perlombaannya, digelar Sabtu (5/10) mendatang,” kata Ketua Panitia event tersebut, Mochamad Pungki Hartono, 29.

Pria yang biasa disapa Pungki itu menjelaskan, event tersebut digelar karena kekhawatiran akan tergerusnya seni musik tradisional yang ada di Banyuwangi.

“Kami (Komunitas Art Banyuwangi) melihat ada pergeseran nilai. Anak-anak muda mulai melupakan seni musik tradisional karena terpapar budaya barat,” ucapnya.

Karena itu, dengan didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Pemdes Singolatren, serta Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB), acara tersebut kemudian dirancang.

“Hari ini workshop terlebih dahulu, tujuannya juga untuk menyaring peserta,” katanya seraya menyebut pembukaan pendaftaran peserta dimulai Jum’at (13/9).

Meski belum bisa memprediksi jumlah kelompok yang ikut dalam event yang bertema “Musik Tradisi Energi Kehidupan Banyuwangi” ini, Pungki berharap event tersebut bisa diikuti segala lapisan masyarakat.

“Untuk workhshop ini akan diikuti komunitas, sanggar seni, dan juga siswa sekolah yang memiliki ekstra kurikuler seni music tradisional. Kemungkinan gambaran pesertanya seperti itu,” tandasnya.

Sementara itu, untuk materi workshop ini akan difokuskan membahas soal filosofi music tradisi, karya inovatif music tradisi, dan juga praktik seni music tradisi.

Baca Juga: Melalui ’Klasterku Hidupku’, BRI Dampingi Klaster Jeruk Semboro Terapkan Pertanian Berkelanjutan

“Praktrik itu meliputi pola tabuh, dan gending,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DKB, Juwono yang juga Komisi Seni Musik, meminta agar kegiatan ini tidak hanya sekali ini digelar.

“Harus ada follow up, kalau bisa digelar rutin agar tujuan utama acara ini bisa terwujud,” pungkasnya. (sas)     

Editor : Salis Ali Muhyidin
#seni #dkb #tradisional #musik #banyuwangi