Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jaranan Joyo Kusumo Boyolangu Banyuwangi Ternyata Berawal dari Mainan Anak-Anak SD

Redaksi • Senin, 9 September 2024 | 21:53 WIB
Tangkapan layar Youtube/Cak Rokip
Tangkapan layar Youtube/Cak Rokip

RadarBanyuwangi.id – Jaranan Joyo Kusumo Boyolangu merupakan salah satu sanggar kesenian jaranan yang ada di Banyuwangi.

Joyo Kusumo yang biasanya kerap dijuluki JK, terlahir dari sekumpulan anak-anak SD yang suka dengan Barong Bengi dan mempunyai tekad untuk memiliki sanggar seni sendiri.

Berawal dari anak-anak SD yang sering berkumpul di rumah Pak Ben, salah satu warga Boyolangu, Giri, Banyuwangi.

Setiap kali bermain di rumah Pak Ben, anak-anak usia sekolah dasar ini selalu membawa sarung untuk dijadikan permainan barong-barongan.

Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba Pak Ben membelikan terop untuk anak-anak SD ini.

Tentu saja, anak anak SD ini sangat senang. Mereka lantas meminta Pak Ben membelikan Barong serta alat musik jaranan.

Tak hanya meminta, mereka juga sempat membuat Singo Barong sendiri yang terbuat dari gabus atau Styrofoam.

Berkat ketekunannya dalam berlatih dengan alat seadanya, Joyo Kusumo pertama kali ditanggap atau diundang oleh warga kampung Boyolangu dengan upah sebesar Rp5.000. Upah ini ternyata membuat mereka senang.

Undangan demi undangan telah JK jalani. Uang hasil tanggapan tersebu dikumpulkan untuk kas.

Uang hasil undangan tersebut akhirnya terkumpul sekitar Rp175.000.

Dengan uang ini, para pemain jaranan cilik ini meminta pakaian jaranan kepada Pak Ben. Pak Ben mengiyakan permintaan mereka.

Pak Ben terpaksa merogoh kocek Rp765.000 untuk membayar kekurangan uang kas JK untuk membeli pakaian. Setelah memiliki pakaian, tarif untuk mengundang JK naik menjadi Rp20.000.

Karena para pemain jaranan JK ini mayoritas masih bersekolah, maka untuk permintaan undangan hanya diterima pada hari Sabtu dan Minggu.

Kala itu JK sehari mampu memenuhi 10 undangan. Tahun demi tahun, JK semakin berkembang, JK pun memiliki Barong Bali dan Leak yang membuat tarif undangan semakin naik menjadi Rp150.000.

Masyarakat yang mendukung JK mulai sering mengundang JK untuk membantu perkembangan JK.

Suatu ketika, Pak Ben menerima surat dari Alasmalang berupa Festival Barong Etnik, dari situ Pak Ben berinisiatif untuk membuat barong prejeng sendiri.

di festival tersebut barong prejeng Pak Ben terpilih menjadi yang terbaik. Lambat laun banyak pemuda Boyolangu yang ingin bergabung bersama JK.

Kini, JK sudah memiliki perlengkapan lengkap mulai dari barong, alat musik, pakaian dan lain-lainnya berkat kemauan dan tekad para pelakunya. (Bayu Shaputra)

Editor : Ali Sodiqin
#jaranan #sanggar kesenian #Jaranan Joyo Kusumo Boyolangu #boyolangu #giri #banyuwangi