Radarbanyuwangi.id – Kostum gandrung memiliki makna filosofi tersendiri. Hal itu tampak dari warna yang digunakan yakni warna emas yang berarti keagungan. Pada omprok atau irah-irahan sebagai penutup kelapa bermakna sebagai mahkota.
Omprok terdiri dari beberapa bagian. Bagian itu diantaranya batukan yang berada di bagian posisi depan. Selanjutnya ada pilis yang berada di bawah batukan.
Pada omprok terdapat gambar wayang yang disebut dengan wayangan. Kemudian pada bagian yang disebut dengan keter. Keter berbentuk seperti antena kecil yang terdapat pada bagian atas omprok.
Dibagian belakang omprok ada penutup yang berbentuk gerigi. Bagian ini lazim disebut dengan nanasan. Pada bagian badan gandrung terdapat kalung sebagai aksesoris. Selanjutnya pada bagian lengan gandrung terdapat klat bahu sejenis arm band.
Gandrung menggunakan penutup badan yang disebut dengan otok. Otok berbentuk seperti kemben. Selanjutnya pada bagian perut gandrung terdapat sabuk yang dinamai dengan pendin.
Pendin ini dipasangi boro-boro sejenis kain yang menjuntai ke bawah. Posisinya tepat dibawah dibawah pinggang. Dibawah pendin terdapat aksesoris berbentuk oval yang dinamakan sambungan.
Untuk bawahannya, gandrung menggunakan kain yang disebut bledak. Saat tampil penari gandrung akan mengenakan kaos kaki sebagai penutup. Untuk pilihan warna gandrung identik dengan tiga warna .
Warna-warni dalam penari gandrung tersebut menggambarkan beberapa makna secara filosofis. Diantaranya seperti hitam yang berarti kekekalan, merah berarti keberanian, dan emas yang berarti keagungan. (*)
Editor : Niklaas Andries