Radarbanyuwangi.id – Bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW merupakan penutup para nabi. Beliau diutus Allah SWT untuk umat akhir zaman. Sebagai umat Rasulullah, maka sepatutnya senantiasa mengikuti dan meneladani sunahnya.
Dan kecintaan umat muslim terhadap Nabi Muhammad SAW salah satunya tercermin hingga ke dalam budaya dan tradisi masyarakat. Salah satunya diwujudkan masyarakat Banyuwangi saat perayaan tasyakuran kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulid nabi.
Masyarakat Banyuwangi memiliki tradisi unik dalam merayakan kelahiran rasul akhir zaman tersebut. Warga di ujung timur Pulau Jawa ini memperingatinya dengan tradisi Endog-endogan. Wujudnya dengan menghias telur dan kembang kertas yang ditancapkan pada gedebog pisang atau pohon pisan (jodang).
Sesuai dengan namanya, endog alias telur direbus hingga matang. Kemudian disematkan tusukan bambu kecil yang dilengkapi dengan kembang hias dari kertas. Tusukan bambu dengan hiasan kembang kertas itulah yang disebut ”kembang endog”.
Kembang endog tersebut kemudian ditancapkan pada jodang. Jodang berisi telur dan kembang kertas itu kemudian diarak keliling kampung. Biasanya digelar sebelum prosesi tasyakuran maulid nabi.
Ritual ini pun masih bertahan dan dilaksanakan oleh umat Islam di Banyuwangi hingga saat ini. Bahkan ritual ini bisa menjadi tontotan dan pertunjukkan wisata tersendiri khususnya di Banyuwangi.
Sebab saat arak-arakan jodang biasanya juga dibarengi dengan tampilan kesenian khas Banyuwangi seperti barong maupun kuntulan. (*)
Editor : Niklaas Andries