Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Danlanal Banyuwangi Diangkat Menjadi Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar: Bergelar Daeng Sasig

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 26 Agustus 2024 | 04:30 WIB

WARGA BARU: Puang Dahliana Daeng Kebo’ menjalankan ritual sebelum memberikan gelar Keluarga Kehormatan kepada Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz di Balai Adat Mandar, Kelurahan Kampung Mandar,
WARGA BARU: Puang Dahliana Daeng Kebo’ menjalankan ritual sebelum memberikan gelar Keluarga Kehormatan kepada Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz di Balai Adat Mandar, Kelurahan Kampung Mandar,
Radarbanyuwangi.id - Masyarakat adat Mandar di Banyuwangi memberikan gelar keluarga kehormatan kepada Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz pada Sabtu (24/8) malam. Pemberian gelar ini sekaligus menunjukkan kelestarian suku asli Sulawesi Selatan yang selama ini tinggal di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Gelar kehormatan itu diberikan langsung oleh Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Banyuwangi Nurmansyah bersama dengan Ketua Adat Masyarakat Mandar di Banyuwangi (Mandarwangi) Faisal Rizal Daeng Galak.

Sebelum diberikan gelar kehormatan, masyarakat adat Mandar menyuguhkan tarian padupa sebagai sambutan. Setelah itu, barulah beberapa ritual dengan perapalan doa dilakukan.

Puncaknya adalah pemasangan songkok recca yang digunakan sebagai kopiah sekaligus penanda bahwa orang yang dinobatkan sudah menjadi bagian keluarga besar masyarakat etnis Mandar.

”Kami berikan gelar kehormatan ini karena kami dan Danlanal sama-sama dekat dengan laut. Kita ingin berbagi rasa yang sama. Karena itu, kita ikat dengan pengangkatan sebagai keluarga,” Kata Ketua Mandarwangi Faisal Rizal Daeng Galak.

Danalanal Hafidz diberi gelar Daeng Sasig yang berarti Samudera. ”Kita ingin bersama dengan Danlanal menjaga lautan yang selama ini menjadi tempat kita mencari nafkah. Menjaga dari overfishing dan pengeboman, apalagi 75 persen profesi masyarakat Mandar adalah nelayan,” jelas Faisal.

Faisal mengatakan, jumlah warga suku Mandar di Banyuwangi saat ini sudah mencapai ribuan orang. Sebagian besar sudah bercampur dengan warga asli Banyuwangi dan suku lainnya.

Faisal sendiri adalah keturunan keenam dari Datuk Karaeng Puang Daeng Kapitan Galak. Yaitu tokoh asal Mandar yang pertama kali tiba di Bumi Blambangan ratusan tahun silam. ”Sekarang sudah sampai keturunan ketujuh, kami terus berusaha melestarikan budaya Mandar di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz menyambut gembira gelar kehormatan yang diberikan masyarakat adat Mandar kepadanya. Pria yang sudah bertugas di delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) itu mengaku tak asing dengan kebudayaan masyarakat Mandar. Saat bertugas beberapa kali dia melihat secara langsung bagaimana ketangguhan pelaut-pelaut Mandar.

Hafidz pun berharap masyarakat Mandar di Banyuwangi bisa menjaga kelestarian budaya mereka untuk tujuan yang lebih baik. ”Pemberian gelar ini menjadi tanggung jawab sekaligus motivasi kami untuk menjaga pelestarian adat Mandar. Kita juga akan bersama-sama saling bantu untuk menyelesaikan jika ada permasalahan di lautan,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#Danlanal #Kehormatan #daeng #Mandar #banyuwangi #masyarakat adat #kri #keluarga