Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wayang Kulit Oseng, Pemkab Banyuwangi Perkenalkan Lahirnya Raden Paku: Dukung Indeks Pembangunan Kebudayaan

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 26 Agustus 2024 | 04:23 WIB

PERKENALKAN BUDAYA: Festival Padhang Ulanan di Balai Desa Gintangan Sabtu (24/8), menampilkan pertunjukan seni budaya mulai tari jejer gandrung kembang menur, tari rodat syi’iran, hingga wayang kulit
PERKENALKAN BUDAYA: Festival Padhang Ulanan di Balai Desa Gintangan Sabtu (24/8), menampilkan pertunjukan seni budaya mulai tari jejer gandrung kembang menur, tari rodat syi’iran, hingga wayang kulit
Radarbanyuwangi.id - Festival Padhang Ulanan kembali digelar di Banyuwangi pada Sabtu (24/8). Kegiatan yang diselenggarakan untuk kali keenam ini bertempat di Kecamatan Blimbingsari

Festival Padhang Ulanan digelar di depan Balai Desa Gintangan. Puluhan pelajar dari sekolah dasar (SD) di Kecamatan Blimbingsari menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya Banyuwangi.

Di antaranya tari jejer gandrung kembang menur dan tari rodat syi’iran.Pada pergelaran Festival Padhang Ulanan yang dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Banyuwangi Sutikno ini juga ditampilkan seni wayang kulit Oseng dengan lakon Lahire Raden Paku.

”Ini merupakan wujud implementasi dari edukasi kepada anak-anak peserta didik di bidang seni budaya,” ungkap Sutikno.

Festival Padhang Ulanan digelar setiap bulan secara bergiliran di setiap kecamatan di Banyuwangi. Pada bulan September mendatang, kegiatan ini akan digelar di Kecamatan Sempu.

DUKUNGAN PENUH: Festival Padhang Ulanan dihadiri para pejabat Dispendik; Plt camat Blimbingsari; kades Gintangan; Korwilkersatdik Blimbingsari, Singojuruh, Sempu, dan Rogojampi
DUKUNGAN PENUH: Festival Padhang Ulanan dihadiri para pejabat Dispendik; Plt camat Blimbingsari; kades Gintangan; Korwilkersatdik Blimbingsari, Singojuruh, Sempu, dan Rogojampi

Melalui Festival Padhang Ulanan ini, kata Sutikno, diharapkan akan mampu mendongkrak dan meningkatkan indeks pembangunan kebudayaan secara nasional. Selain itu, juga sebagai bagian dari edukasi dan pembentukan karakter peserta didik sesuai Kurikulum Merdeka Belajar. Salah satunya yakni profil pelajar Pancasila.

”Kegiatan ini juga sekaligus bagian konsolidasi ekonomi dan menumbuhkan kearifan lokal masyarakat setempat. Seperti di Desa Gintangan ini terkenal dengan anyaman bambu serta sektor UMKM lainnya,” imbuh Sutikno.

Pemkab Banyuwangi juga terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah dan indeks pembangunan kebudayaan kabupaten the Sunrise of Java. Apalagi, dari hasil survei diketahui bahwa anak-anak yang melihat seni pertunjukan langsung sebanyak 71,56 persen.

”Semoga kegiatan ini berdampak luas terhadap pengembangan bakat minat dan membentuk karakter anak-anak peserta didik,” kata Sutikno.

Pertunjukan wayang kulit Oseng dengan lakon Lahire Raden Paku dibawakan oleh Ki Dalang Musthafa. Hadir dalam kegiatan kali ini Pelaksana Tugas (Plt) Camat Blimbingsari H Khoirul Anam; Kepala Desa (Kades) Gintangan Hardiyono; Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Kodwilkersatdik) Blimbingsari, Singojuruh, Sempu dan Rogojampi; serta pengawas dan kepala SD se-Kecamatan Blimbingsari. (ddy/*/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#pemkab banyuwangi #dinas pendidikan #blimbingsari #raden paku #Festival Padhang Ulanan #banyuwangi