Radarbanyuwangi.id – Grup musik etnik klasik Rebanana Banyuwangi tampil luar biasa di panggung Yogyakarta Gamelan Festival, Sabtu malam (10/8). Pergelaran bertajuk Gamelan Concert itu digelar di Plaza Ngasem.
Panggung amfiteater di tengah Pasar Ngasem disesaki penonton dari dalam dan luar negeri. Mereka sudah memenuhi tempat duduk sejak pukul 18.00.Konser berlangsung tiga hari. Sabtu malam Rebanana tampil sebagai penutup konser, pukul 22.00 WIB. Sebelumnya tampil grup seniman dari Prancis, Kanada, Bandung, Kediri, dan tuan rumah Jogjakarta.
Sebagai gong, penampilan Rebanana sangat memukau. Ampfiteater Plaza Ngasem langsung pecah. Penonton yang semula anteng di tempat di duduknya, satu per satu masuk ke depan panggung. Mereka menari sebisanya ketika Rebanana memainkan komposisi musik pengiring gandrung.
Permainan biola dan laik-laik gandrung yang disuarakan Cak Wan (Muh. Ikhwan) menyihir para penonton. Beberapa wisatawan asing tampak mengangguk-anggukan kepala ke kanan dan ke kiri. Mengikuti irama ritmis biola berpadu kendang, kenong, kecruk, triangle, dan gong.
Selain Cak Wan, malam itu musisi hebat Rebanana yang tampil di altar panggung Plaza Ngasem adalah Pungki Hartono, Adlin Mustika Alam, Achzany Ilhami, Mr Juwono, Rian Dwi Pamungkas, Nuryanto, dan Anton Darmawan.
”Kami dari panitia mengucapkan terima kasih. Rebanana tampil luar biasa, sudah menutup pertunjukan dengan spektakuler,” puji Nurul, LO yang bertugas mendampingi grup Rebanana selama di Jogja.
Pujian juga datang dari Ikawangi Banyuwangi. Salah satu pelukis Banyuwangi yang tinggal di Jogjakarta Bjarifin. Dia mengaku bangga pada penampilan Rebanana.
”Banyuwangi selalu tampil memukau. Rebanana membuat bangga warga Banyuwangi yang tinggal di Jogjakarta,” katanya usai pertunjukan. Bjarifin kemarin juga ikut menari paju gandrung bersama beberapa warga Ikawangi, para wisatawan, dan panitia. (udi/c1)
Editor : Niklaas Andries