Radarbanyuwangi.id - Elvin Hendratha tumbuh di lingkungan masyarakat Lingkungan Sawahan, Kelurahan Singotrunan. Dia sangat mencintai budaya dan kesenian Bumi Blambangan. Branch Manager Bank Mandiri Banyuwangi ini sangat familiar dengan nada-nada musik angklung khas Banyuwangi.
Sosok Elvin Hendratha yang cukup lama berkarier di bank BUMN, tidak menyurutkan kecintaannya terhadap kesenian tradisional Banyuwangi. Dia meniti karirnya di kantor perbankan, mulai dari Computer Operator (CO/IT) hingga menjadi Kepala Cabang (Branch Manager).
Sejak usia enam tahun, Elvin sudah akrab dengan musik cadas. Maklum, sang bapak, almarhum Bacar Am tercatat sebagai salah seorang penyiar yang mengasuh acara musik di Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) Blambangan Banyuwangi kala itu.
Tidak hanya itu, ayahnya juga seorang kolektor kaset musik yang hingga kini koleksinya telah mencapai 5.000 pita dan piringan hitam musik-musik cadas. Sejak kecil, telinga Elvin sudah sangat akrab dengan kelompok musik.
Seperti Pink Floyd, Queen, Deep Purple, Black Sabbath, Led Zeppelin, Grand Funk Raillroad, AKA, God Bless, Giant Step, SAS, dan lain-lainnya.
Dari kecintaannya dengan kesenian, lahir puluhan aransemen musik. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil dirilis dan booming dengan kolaborasi apik bersama seniman lokal Banyuwangi lainnya.
”Hampir ada 30 lagu yang sudah saya ciptakan. Sepuluh di antaranya berhasil saya rilis dan trending. Lagu tersebut dibawakan beberapa seniman lokal yang tidak kalah hebat hingga sekarang,” ungkap Elvin.
Selain sebagai seorang bankir, penikmat musik, hingga pencinta seni, Elvin juga seorang seniman dan penulis. Dia telah banyak menulis buku.
Salah satunya berjudul Angklung, Tabung Musik Blambangan. Buku tersebut adalah tulisan yang diterbitkan dari riset panjangnya di sela-sela kesibukannya sebagai pimpinan cabang sebuah bank.
”Buku ini menjadi rujukan banyak dosen dan mahasiswa yang berkecimpung di musik etnis dan budaya Banyuwangi,” tuturnya.
Selain buku, Elvin juga menciptakan berbagai lagu berbahasa Oseng. Beberapa lagu ia ciptakan bersama Yon’s DD, seorang musisi senior Banyuwangi yang menggawangi Patrol Orkestra Banyuwangi (POB).
Tidak berhenti sampai di situ. Sebagai bentuk kecintaanya terhadap seni, Elvin juga membina Sanggar Joyo Karyo, tempat anak-anak muda belajar dan menggarap komposisi musik dan lagu khas Banyuwangian. Hingga sekarang puluhan pemuda terus diasah kemampuannya di sanggar tersebut.
Meski tidak tampil langsung di depan audiens, Elvin sangat bangga bisa melahirkan berbagai karya mulai tulisan, musik, hingga seniman muda di Bumi Blambangan.
Semua dilakukan untuk memberikan kesenangan yang tidak terhingga. Bagaimana karya dia diapresiasi oleh orang-orang yang mengerti sebuah seni.
”Ini adalah suatu kebanggaan. Banyuwangi kaya akan budaya. Ke depan saya berencana akan membuat konser tunggal Joyo Karyo dengan mengusung tema ”Jogo Pati”. Semua kesenian mulai tarian hingga nyanyian akan dituangkan dalam satu pentas,” pungkasnya. (aif/c1)
Editor : Niklaas Andries