Radarbanyuwangi.id - Festival Gandrung Sewu bakal kembali digelar tahun ini. Seleksi calon penari mulai dilakukan secara bergilir di setiap kecamatan. Yang menarik, ribuan siswa antusias mengikuti seleksi penari Gandrung Sewu.
Seperti yang terlihat di Taman Blambangan pada Minggu (28/7). Ratusan calon peserta yang terdiri siswa asal Kecamatan Banyuwangi, Kabat, Giri, Glagah, Licin, Kalipuro, dan Wongsorejo ikut hadir mengikuti seleksi.
Bagi yang lolos, dipastikan bakal ikut bergabung dalam atraksi Gandrung Sewu yang masuk rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) 2024 tersebut.
Ketua paguyuban sekaligus pelatih tari serta seniman Banyuwangi Suko Prayitno mengatakan, audisi Gandrung Sewu diikuti siswa mulai tingkat SD hingga SMA.
Mengenakan pakaian tari gandrung, para siswa begitu bersemangat untuk bisa lolos. Mereka berusaha maksimal tampil sebaik mungkin di hadapan para juri.
”Antusiasme peserta tiap tahunnya tidak pernah surut, bahkan selalu meningkat. Penari yang mengikuti seleksi jumlahnya selalu melebihi kuota yang disediakan,” ujarnya.
Suko mengungkapkan, tahun ini jumlah penari Gandrung Sewu tidak kurang dari 1.000 orang. Tahun sebelumnya melibatkan 1.200 penari. Dengan jumlah yang cukup fantastis tersebut, peserta dapat membawakan tarian dengan apik sesuai tema yang diusung.
”Tahun ini kami akan mengusung tema Payung Agung dengan episode Ngeronce Kembang. Tema tersebut kami ambil berdasarkan filosofi dari Banyuwangi yang berasal dari beragam suku dan etnis di bawah naungan payung agung, yakni Bumi Blambangan,” tuturnya.
Salah satu juri Gandrung Sewu, Choliqul Ridha menambahkan, momen haru para penari muda Banyuwangi akan kembali diukir tahun 2024. Makin tahun, seleksi semakin ketat karena kemampuan penari semakin meningkat.
Ridho menjelaskan, untuk syarat mengikuti audisi, peserta wajib menguasai tari gandrung gorit mangir. Batas maksimal usia peserta tidak boleh lebih dari 30 tahun.
”Akibat terlalu tingginya animo masyarakat ikut Gandrung Sewu, terkadang ada peserta yang menangis bahkan pingsan. Bahkan ada yang bilang, belum dikatakan penari kalau belum pernah mengikuti Gandrung Sewu,” tegas Sekretaris DPMD Banyuwangi. (tar/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries