Radarbanyuwangi.id - Event spektakuler Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) telah usai. Acara yang digelar mulai 9–14 Juli tersebut melibatkan berbagai sektor kreatif. Mulai dari seniman, desainer, event organizer, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masing-masing desa.
Event ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat selama hampir sepekan. Selama event berlangsung, perputaran uang di masyarakat mencapai Rp 9,1 miliar. Yang pasti, gelaran BEC mampu menyedot pengunjung hingga mencapai lebih dari 80.000 orang.
Membeludaknya pengunjung tentunya berdampak pada peningkatan permintaan di berbagai sektor layanan barang dan jasa. Mulai dari makanan dan minuman, transportasi, hingga akomodasi.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Taufiq Rohman melalui Kepala Bidang Pemasaran Ainur Rofiq nengatakan, BEC 2024 yang mengusung tema ”Ndaru Deso: Revival of Village” memiliki tujuh subtema, yaitu Warisan Budaya, Keindahan Alam, Atraksi Wisata Desa, Kuliner, Ekonomi Kreatif, Inovasi Teknologi, dan umum.
Rofiq mengatakan, perhelatan BEC mampu mengangkat perekonomian masyarakat di berbagai sektor. Mulai dari belanja pengunjung, hotel bintang 3 dan 4, hotel melati, homestay, belanja di restoran dan warung, belanja oleh-oleh, pembuatan kostum peserta, parkir roda empat dan dua, hingga sewa kendaraan.
”Selain menjadi ajang untuk memfasilitasi kreativitas seni, event BEC membuka peluang peningkatan ekonomi warga,” jelasnya.
Rofiq mengungkapkan, jumlah perputaran uang Rp 9,1 miliar berasal dari berbagai sektor. Dari belanja pengunjung atau penonton di sepanjang rute mencapai Rp 2 miliar. Selain itu, perputaran dana hotel bintang 3 dan 4 yang berjumlah 14 hotel mencapai Rp 1.725.000.000.
”Pembuatan kostum peserta juga menjadi salah satu pemasukan yang cukup banyak mencapai Rp 1.350.000.000 dari 135 peserta. Total putaran dana BEC 2024 kali ini terhitung lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 8,4 miliar,” bebernya.
Rofiq menambahkan, BEC 2024 diakui sukses terlaksana tentu atas dukungan dari berbagai pihak. Termasuk juga seluruh tamu undangan dari berbagai daerah yang telah mengirimkan perwakilan untuk mengisi rangkaian kegiatan BEC.
Dikatakan Rofiq, sejak kali pertama BEC digelar, event tersebut menjadi ”hari raya” bagi para pelaku pariwisata di Banyuwangi. Hampir seluruh lapisan pelaku ekonomi dapat dipastikan turut meraup keuntungan dari penyelenggaraan BEC.
”Event tahunan ini berjalan sukses berkat kerja sama dan kolaborasi yang kuat semua pihak,” tegasnya. (tar/aif/c1)