Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rayakan Keindahan dan Keberagaman, Rangkaian BEC Dimeriahkan Srawung Seni: BEC 2025 Usung Tema Ngelukat

Sigit Hariyadi • Senin, 15 Juli 2024 | 04:54 WIB

TAMU KEHORMATAN: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Sekkab Mujiono menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada perwakilan 12 delegasi peserta Srawung Seni di Gesibu Blambangan pada Jumat (12/7)
TAMU KEHORMATAN: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Sekkab Mujiono menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada perwakilan 12 delegasi peserta Srawung Seni di Gesibu Blambangan pada Jumat (12/7)
Radarbanyuwangi.id - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 sukses menjadi etalase kekayaan potensi desa-desa yang tersebar di seantero penjuru kabupaten the Sunrise of Java. Namun lebih dari itu, event ini juga menjadi media merajut harmoni serta merayakan keindahan alam keberagaman.

Melihat suksesnya acara, tahun depan BEC bakal digelar lagi dengan tema yang berbeda. Tahun ini BEC menyajikan berbagai keindahan dan potensi desa dalam tajuk ”Ndaru Desa: Revival of Village”. Peserta berasal dari 189 desa dan 28 kelurahan di Bumi Blambangan dengan menyajikan 6 subtema.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Taufik Rohman mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat serta masyarakat Banyuwangi atas antusiasme dan energi yang telah diberikan.

”Alhamdulillah, kegiatan BEC 2024 Ndaru Ndeso: Revival of Village tahun ini telah terselenggara. Kami akan kembali mempersiapkan event BEC tahun depan dengan tema baru yakni Ngelukat,” kata Taufik.

Rangkaian BEC 2024 yang berlangsung mulai Kamis (11/7) sampai tadi malam (14/7) juga dimeriahkan dengan kegiatan bertajuk ”Srawung Seni”. Event ini digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan pada Jumat malam (12/7).

Sebanyak 12 delegasi asal 12 daerah di tanah air turut menyemarakkan rangkaian Srawung Seni tersebut. Di antaranya delegasi dari Kota Bontang, Kalimantan Timur; Palangkaraya dan Berau, Kalimantan Tengah; serta Bandung, Magelang, Klungkung, Cirebon, Subang, dan Indramayu. Secara bergiliran mereka menampilkan seni budayanya masing-masing.

”Srawung Seni mengajak kita untuk menikmati, memahami, dan menghargai perbedaan budaya di sekitar kita. Melalui interaksi ini, kita belajar untuk lebih toleran dan menghormati nilai-nilai yang dimiliki setiap budaya. Ini bukan sekadar menerima perbedaan, tapi juga tentang merayakan keindahan dalam keragaman,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri Srawung Seni. 

Ipuk mengatakan, dengan interaksi seni lintas budaya ini akan menciptakan ruang bagi para seniman untuk saling bertukar ide dan inspirasi. ”Melalui acara ini kita bisa menciptakan karya-karya seni baru yang lebih kreatif dan inovatif,” harapnya.

Srawung Seni dibuka dengan penampilan 15 penari asli Banyuwangi yang membawakan tari Alang-Alang Kumitir. Disusul dengan penampilan seni dari para delegasi secara bergiliran. Di antaranya, tari Kecak Sri Tanjung yang dibawakan oleh delegasi Kabupaten Klungkung, Bali. Tari kolosal yang menjadi ciri khas Pulau Dewata itu tampil beda dengan sentuhan fragmen yang mengisahkan legenda Sri Tanjung dan Sidopekso yang menjadi asal-usul nama Banyuwangi.

Berikutnya, ada tari Ritus Maesa dari Surabaya, dilanjutkan tari Mahiya Dahiyang Baya dari Kalimantan Tengah, serta tari Table dari Kabupaten Indramayu. Ada pula tari Kacapi Biola Jaipong dari Kabupaten Bandung. Disusul tari Ra Aji Jeh dari Cirebon, tari Harmony of Banuanta dari Berau, tari Kolaborasi dari Subang, dan tari Soreng dari Magelang.

Sementara itu, delegasi dari Situbondo menyuguhkan tari Banteng Baluran, disusul tari Kancet Julod dari Bontang, dan ditutup dengan tari Corpus yang dibawakan para seniman dari Kabupaten Malang.

Penampilan para delegasi ini merupakan rangkaian dari parade kolosal BEC yang digelar pada Sabtu (13/7). Selain Srawung Seni, BEC juga diisi berbagai kegiatan lain, termasuk Creative Expo yang diikuti oleh puluhan UMKM yang digelar di Lorong Bambu area Taman Blambangan sejak Kamis (11/7). Rangkaian BEC dipungkasi dengan BEC Awards tadi malam. (sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#BEC #Bumi Blambangan #desa #event #the sunrise of java #kelurahan #Dinas Kebudayaan dan Pariwisata #banyuwangi #Gesibu Blambangan #Banyuwangi Ethno Carnival 2024