Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tanpa Sokongan Dana Desa, Ritual Keboan Aliyan Banyuwangi Berlangsung Meriah

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 15 Juli 2024 | 04:21 WIB
MERIAH: Ribuan warga berjubel di lapangan Wilobroto, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi menyaksikan ritual Adat Keboan Minggu (14/7)
MERIAH: Ribuan warga berjubel di lapangan Wilobroto, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi menyaksikan ritual Adat Keboan Minggu (14/7)

Radarbanyuwangi.id - Meski tidak disokong Dana Desa (D), pelaksanaan ritual Adat Keboan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi berlangsung meriah, Minggu (14/7) pagi. Dengan dana swadaya dari masyarakat, ritual ini tetap berlangsung semarak.

Malahan, agenda dari rangkaian upacara adat ini juga lebih semarak dibanding sebelumnya. Semestinya, ritual adat ini dianggarkan dalam Dana Desa (DD) sebesar Rp 66 juta dipotong pajak. “Alhamdulillah, upacara Adat Keboan dilaksanakan secara swadaya masyarakat, juga ada sponsor,” kata Kepala Desa Aliyan, Agus Nurbani Yusuf.

Acara ritual Adat Keboan yang selalu digelar Suro ini, sebagai wujud syukur warga Desa Aliyan atas musim panen dan musim tanam akan datang. Dalam ritual ini, banyak warga yang kerasukan bertingkah seperti kerbau.

Mereka diarak keliling empat penjuru Desa Aliyan. Jika ada kubangan, mereka bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati.

Ritual Adat Keboan Aliyan dipusatkan di halaman Kantor Desa Aliyan. Sedang hiburan dan pameran UMKM, dilaksanakan di lapangan Wilobroto yang lokasinya tak jauh dari kantor desa. Euforia penonton tak terelakkan, lapangan bak lautan manusia yang berjubel sesak menyaksikan ritual tersebut.

Dalam ritual ini ada dua kelompok warga yang arak-arakan Keboan Aliyan. Dari sisi timur kantor desa, warga dari Dusun Krajan, Timurejo, dan Cempokosari, datang lebih dulu dan tampil dihadapan para tamu undangan dan penonton. Selanjutnya disusul rombongan dari Dusun Sukodono dan Kedawung.

“Ritual adat keboan tahun ini lebih baik, semua penonton bisa nyaman menyaksikan dan tidak terlalu berdesak-desakan karena tempatnya luas,” tandas Endang, 39, salah seorang penonton asal Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.

DIARAK: Replika kebo-keboan diarak keliling kampung Aliyan
DIARAK: Replika kebo-keboan diarak keliling kampung Aliyan

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rochman yang hadir dalam acara itu menyampaikan, pelaksanaan upacara Adat Keboan Aliyan untuk tahun ini lebih tertata dengan baik, meski tanpa bantuan Dana Desa. “Semua kegiatan berlangsung baik dan sukses,” katanya.

Taufiq yangt asli warga Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, mengaku sangat heran dengan ritual Adat Keboan Aliyan yang semakin hari semakin meriah. Padahal, di desanya sendiri juga ada ritual adat yang serupa, yakni Kebo-keboan Alasmalang.

“Atas nama pemerintah kabupaten Banyuwangi, kami mengapresiasi, karena acara semegah ini tanpa ada dukungan Dana Desa (DD) masih berlangsung dengan semarak dan meriah. Ini bukti masyarakat Aliyan guyub dan rukun,” tegas Taufik Rohman.

Taufiq berharap tradisi seperti ini tetap eksis dan terus dilestarikan, agar menjadi daya tarik wisatawan dan bias menambah peningkatan ekonomi. “Saya salut karena warga tetap bisa gotong royong dalam mejaga warisan leluhur ini agar tetap lestari. Ada wisatawan asing yang datang menonton, ini luar biasa,” tandasnya.(ddy/abi)

 

Editor : Niklaas Andries
#Keboan #tradisi #lumpur #Aliyan #ritual #Dana Desa (DD) #umkm #kantor desa #banyuwangi #upacara adat