Seperti yang terjadi pada Jumat (12/7) pagi, ada beberapa warga Dusun Sukodono, Desa Aliyan mendadak kesurupan dan bertingkah layaknya kerbau. “Banyak warga yang kesurupan,” ungkap Kepala Desa Aliyan, Agus Nurbani Yusuf.
Warga yang kesurupan pada Jumat (12/7) pagi itu salah satunya Rahmat, 40. Tubuhnya mendadak tergelepar ke tanah. Tingkahnya aneh menyerupai kerbau yang sedang mandi lumpur. Tatapan matanya kosong, suaranya mengerang.
“Kalau kesurupan ini minta tempat kubangan di tempatkan di Dusun Sukodono,” katanya
Sebagai bentuk persiapan pelaksanaan ritual upacara adat Keboan, panitia juga telah mempersiapkan tenda di lapangan Desa Aliyan yang lokasinya tak jauh dari kantor desa.
Masyarakat di berbagai dusun juga telah memasang lawang kori di berbagai sudut dusun dan desa. “Hari ini (12/7)), kami mulai memasang ubo rampe pada lawang kori,” jelas Agus.
Ubo rampe yang dimaksud, kata Agus, berbagai hasil bumi, hasil pertanian, dan perkebunan seperti padi, ubi-ubian, dan berbagai macam buah-buahan.
Semuanya dipasang dengan cara digantung dan diikat pada lawang kori. Bagi warga Aliyan, terang dia, warga yang kesurupan bukan hal yang aneh. Apalagi, kini memasuki bulan Sura dalam kalender Jawa, atau Muharam dalam kalender Hijriah.
Upacara adat Keboan di Desa Aliyan, rencananya akan dilaksanakan pada Minggu atau 14 Juli mendatang. Rangkaian acaranya tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan setiap tahunnya. “Warga menyambut tradisi Keboan dengan gegap gempita. Setiap dusun juga akan membuat lawang kori atau gapura dari bambu,” katanya.(ddy/abi)
Editor : Niklaas Andries