Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BEC 2024 Jadi Etalase Kekayaan Desa, Dihelat Siang Ini: 3 Menteri Nonton Langsung  

Ayu Lestari • Sabtu, 13 Juli 2024 | 16:44 WIB

SELENDANG MERAH: Para penari berlatih untuk mematangkan persiapan sebelum tampil pada puncak BEC hari ini (13/7).
SELENDANG MERAH: Para penari berlatih untuk mematangkan persiapan sebelum tampil pada puncak BEC hari ini (13/7).
Radarbanyuwangi.id - Puncak event kebanggaan masyarakat kabupaten the Sunrise of Java, Banyuwangi Ethno Carnival, digelar siang ini (13/7). Mengusung tema ”Ndaru Deso: Revival of Village”, para talent akan berparade sejauh 2,5 kilometer (km) di catwalk jalanan kota Banyuwangi.

Tidak sekadar nenampilkan kostum yang megah, ajang ini juga bakal menjadi etalase kekayaan desa-desa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Kekayaan seni-budaya, pertanian, kuliner, hingga seni-budaya dan tradisi disuguhkan kepada para penonton. Seperti kebo-keboan, gandrung, durian merah, buah naga, hingga rujak soto. Semuanya itu akan disuguhkan dalam kostum ala karnaval yang menawan. 

Karnaval BEC ini akan dimulai pukul 13.00, start dari Jalan dr Soetomo area Taman Blambangan, seluruh talent lantas menuju kawasan Simpang Lima. Dari Simpang Lima, peserta BEC akan menuju ke selatan melalui Jalan A. Yani melewati kantor pemkab dan finis di depan kantor Kecamatan Banyuwangi.

Tak hanya masyarakat umum, tiga menteri dijadwalkan menyaksikan langsung parade kolosal BEC 2024. Mereka adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, hingga sore kemarin menteri yang mengonfirmasi hadir ada tiga yakni menparekraf, menteri PUPR dan menpan-RB. ”Kami masih memastikan kehadiran sejumlah undangan lainnya,” ujarnya.

GLADI RESIK: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Sekkab Mujiono (dua dari kiri) dan Majelis Kehormatan DKB Samsudin Adlawi (kanan) menyaksikan gladi resik opening BEC di depan Gesibu Blambangan Jumat
GLADI RESIK: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Sekkab Mujiono (dua dari kiri) dan Majelis Kehormatan DKB Samsudin Adlawi (kanan) menyaksikan gladi resik opening BEC di depan Gesibu Blambangan Jumat

Di sela pelaksanaan BEC, Menparekraf Sandiaga Uno juga akan menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara (KEN) kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. KEN merupakan program Kemenparekraf dalam mendukung dan mengembangkan event-event daerah bertaraf nasional. Selain BEC, event Banyuwangi Festival (B-fest) lainnya yakni Gandrung Sewu telah masuk KEN sejak 2022.

Selain nonton BEC, Sandiaga juga dijadwalkan melakukan penilaian Anugerah Desa Wisata di Desa Adat Osing Kemiren. Desa Kemiren menjadi satu dari empat perwakilan desa wisata dari Jawa Timur yang lolos ke babak akhir ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

ADWI digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diikuti oleh 6.016 desa wisata se-Indonesia.

Sedangkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono direncanakan meninjau revitalisasi Pasar Banyuwangi dan kawasan heritage Asrama Inggrisan. Revitalisasi Pasar Banyuwangi dibangun menggunakan anggaran Kementerian PUPR dengan anggaran total sekitar Rp 200 miliar.

Sementara itu, sehari sebelum hari ”H” grand carnival BEC, seluruh talent dan pengisi acara termasuk pemain musik pengiring BEC menggelar gladi resik di Gesibu Blambangan kemarin (12/7). Bupati Ipuk Fiestiandani bersama sejumlah pejabat pemkab menyaksikan langsung gladi resik tersebut.

Ipuk memberikan koreksi terhadap sejumlah pengisi acara. Termasuk penari gandrung dan jaranan buto cilik. Menurutnya, meski pengisi acara tarian tersebut didominasi oleh pelajar, seluruh penari telah bekerja maksimal dan menghasilkan tarian yang memukau. Namun, Ipuk tetap meminta seluruh penari untuk fokus dan lebih teratur agar tidak salah gerakan pada tampilan saat event BEC berlangsung.

”Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak yang sudah berlatih sangat keras. Terima kasih juga kepada Pak Sabar dan Pak Samsudin Adlawi serta Dewan Kesenian Blambangan (DKB) sudah melatih anak-anak. Hasilnya sangat baik, tapi nanti lebih fokus, ya,” ujar Ipuk.

Setelah menyaksikan gladi resik tersebut, Ipuk optimistis event BEC dapat terlaksana dengan maksimal. Dia juga berharap event BEC tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Sebab, selain meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, rangkaian BEC juga dimeriahkan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari masing-masing wilayah Banyuwangi. Pameran ini dapat mendongkrak pemasukan dengan menjual berbagai oleh-oleh khas desa.

”Pameran UMKM juga ada di lokasi. Berbagai tradisi, budaya, hingga kuliner daerah ditampilkan dalam event BEC. Tujuannya mengangkat potensi desa dan nguri-nguri budaya Banyuwangi,” jelas Ipuk.

Majelis Kehormatan DKB Samsudin Adlawi menambahkan, persentase kesiapan pengisi acara seperti penari dan pengisi musik telah mencapai 98 persen. ”Kami berharap dua persen sisanya dapat ditampilkan all-out pada hari H. Tetap semangat kepada peserta dan pengisi acara. Kita sama-sama berusaha menampilkan yang terbaik untuk nama Banyuwangi,” tandas pria yang juga Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa). (tar/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#BEC #PAN RB #Menparekraf #seni budaya #sekkab #pemkab banyuwangi #Banyuwangi Ethno Carnival #umkm #Kuliner #the sunrise of java #Bupati Ipuk Fiestiandani #samsudin adlawi #Gesibu Blambangan #pupr