Mulai dari guru, siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum. Workshop tersebut digelar Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) bekerja sama dengan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dengan menjaring 20 penulis di setiap daerah.
Selain Banyuwangi, HISKI juga menggelar kegiatan serupa di Jakarta dan Jogjakarta. Dalam workshop tersebut, beberapa narasumber hadir untuk memperkuat materi penulisan sastra berbasis lokal.
Mulai dari Ketua Umum HISKI Prof Dr Novi Anoegrajekti, Ketua DKB Hasan Basri, Direktur JP-RaBa Syamsudin Adlawi, dan sastrawan M. Iqbal Baraas.
Panitia workshop Muttafaqur Rohmah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring penulis-penulis lokal.
Dengan workshop diharapkan bisa memunculkan karya sastra dengan muatan cerita lokal. Nantinya, para penulis diminta untuk membuat produk berupa karya sastra.
”Peserta dibatasi 20 orang agar materi bisa diserap lebih intensif. Mereka diberi waktu sampai akhir Agustus untuk membuat karya sastra. Bisa memilih cerpen atau puisi. Semua karya sastra dari tiga kota itu akan dikumpulkan di satu buku,” jelasnya.
Salah seorang peserta workshop, Gina Mutaafif mengatakan, pelatihan tersebut memberikan materi edukatif hingga bagian paling mendasar. Hasilnya cukup memacu semangat peserta untuk giat menulis dan menciptakan karya sastra.
”Tentunya berdampak positif, bagaimana kita menyikapi local wisdom dengan mengimplementasikan melalui karya sastra,” kata Gina. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries