Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diwarnai Rintik Hujan, Seblang Isni Tetap Menari: Ritual Adat Seblang Bakungan Banyuwangi Berlangsung Meriah

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 25 Juni 2024 | 08:00 WIB

TUGAS PERDANA: Isni memberikan kembang dermo kepada Bupati Ipuk Fiestiandani dalam rangkaian ritual seblang di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu malam (23/6).
TUGAS PERDANA: Isni memberikan kembang dermo kepada Bupati Ipuk Fiestiandani dalam rangkaian ritual seblang di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu malam (23/6).
Radarbanyuwangi.id  – Rintik hujan boleh saja jatuh dan membasahi jalanan hingga panggung ritual adat seblang di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu malam (23/6). Dalam kondisi demikian, Isni, 52, tetap menjalankan tugasnya sebagai penari Seblang Bakungan.

Malam itu ritual adat Seblang Bakungan kembali digelar masyarakat Oseng yang tinggal di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah. Seblang Bakungan telah berlangsung selama ratusan tahun dan masih lestari hingga saat ini.

Selepas Magrib, hujan beberapa kali melanda sehingga membuat penonton yang telah memadati arena ritual Seblang Bakungan harus berteduh. Tapi, begitu suara gamelan dibunyikan, para penonton langsung kembali mendekati Sanggar Seblang. Tidak lama berselang, iring-iringan seblang pun mulai berjalan.

Ini adalah kali pertama Isni menjalankan tugas sebagai penari seblang. Dia menggantikan Aisah atau Mbah Isah yang sudah berusia 76 tahun. Mbah Isah telah pensiun sebagai Seblang karena kondisi kesehatannya menurun. Isni terpilih sebagai pengganti dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Aisah.

Sebelum ritual dilaksanakan, warga menggelar selamatan tumpeng bersama di sepanjang jalan dengan menu pecel pitik. Warga kemudian salat Maghrib dan salat hajat berjamaah di masjid setempat.

Ritual dilanjutkan dengan parade obor keliling desa (ider bumi). Selanjutnya di bawah temaram api obor, warga makan tumpeng bersama di sepanjang jalan kelurahan setempat.

Ritual dilanjutkan dengan membacakan mantra untuk si penari Seblang agar dirasuki roh leluhur. Dalam kondisi trance, penari Seblang menari dengan iringan musik dan gending, seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.

Bupati Ipuk Fiestiandani hadir dan menyaksikan tradisi tersebut. Dia menjelaskan, pemkab terus mendukung penguatan tradisi dan seni budaya Banyuwangi, salah satunya dengan memasukkan tradisi tersebut ke dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) setiap tahun.

Menurut Ipuk, festival bukan sekadar cara untuk mendatangkan wisatawan, tapi juga upaya menguatkan gotong-royong dan pelestarian budaya. Sehingga tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh subur di tengah modernitas.

“Di sisi lain, ini adalah cara untuk meregenerasi pelaku seni budaya. Jadi ini bukan sekadar hiburan, namun juga edukasi bagaimana kita semua harus memiliki semangat melestarikan adat, tradisi, dan budaya kita," urainya.

Ritual ini memukau wisatawan. Salah satunya Egor Danilove, wisatawan asal Rusia yang datang ke pertunjukan tersebut mengaku terpukau saat menyaksikan tarian seblang.

Bersama ratusan penonton lainnya, Egor ikut berdesak-desakan sembari menyaksikan tarian yang dibawakan Isni. "Sempat kaget dan merinding saat tahu kalau penarinya dalam kondisi trance. Tapi saya terhibur,” akunya.

Hal senada diungkapkan Amelia Putri, wisatawan dari Jogjakarta. Menurut dia, tradisi ini kental akan semangat gotong-royong. "Saya terkesan dengan budaya gotong-royong warga di sini (Bakungan). Ini tradisi yang harus dilestarikan," tuturnya. (fre/sgt)

Editor : Niklaas Andries
#Ider Bumi #Seblang Bakungan #bakungan #gending #penari #Bupati Ipuk Fiestiandani #oseng #ritual adat