RadarBanyuwangi.id - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 rencananya akan dilaksanakan di Kecamatan Genteng.
Namun, rencana itu urung dilakukan karena berbagai pertimbangan, sehingga akan kembali dilaksanakan di pusat Kota Banyuwangi.
Andai BEC 2024 digelar di Kecamatan Genteng, maka rute yang digunakan saat acara puncak berlangsung akan berjarak sekitar 3 kilometer.
Garis start akan dimulai dari Lapangan Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.
Peserta akan berjalan ke arah selatan kemudian berbelok ke arah timur melintasi Pasar Genteng.
Garis finish berada di sekitar Masjid Besar Baiturrahman Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Ainur Rofiq mengungkapkan, berdasarkan beberapa kali survei lokasi, terdapat banyak hambatan yang membuat pelaksanaan event tersebut di Genteng menjadi tidak memungkinkan.
Menurut Rofiq, pertimbangan teknis ini telah dirapatkan bersama dengan berbagai instansi pemerintahan, pemangku wilayah mulai dari camat hingga kepala desa, serta stakeholder terkait.
Salah satu hambatan utama adalah potensi terhambatnya akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
"Di Genteng terdapat RSUD Genteng dan RS Al Huda. Jika acara BEC tetap digelar di sana, akses menuju rumah sakit ini akan terhenti, sehingga mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat," jelas Rofiq.
Selain mengganggu akses ke fasilitas kesehatan, pelaksanaan BEC 2024 juga diperkirakan akan mengganggu aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Genteng, yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kabupaten Banyuwangi.
Rute yang direncanakan untuk acara tersebut akan menghambat aktivitas pasar, yang ramai dari sore hingga dini hari.
"Jika BEC 2024 yang mengambil tema Ndaru Ndeso, Revival of Village, tetap dilaksanakan di Genteng, aktivitas di Pasar Genteng akan terganggu, mengingat ramainya aktivitas pasar pada sore hingga dini hari," tambah Rofiq.
Sebelumnya, panitia memang berencana untuk menyelenggarakan BEC 2024 di wilayah selatan Banyuwangi dengan tujuan pemerataan lokasi event dan peningkatan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) daerah.
Namun, melihat kendala teknis yang ada, rencana tersebut tampaknya harus dibatalkan.
"Tujuan awal kami adalah untuk pemerataan event dan mendukung ekonomi lokal melalui UMKM. Namun, melihat kondisi dan pertimbangan teknis, hal ini tidak memungkinkan," pungkas Rofiq. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi