Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Spektakuler! Ini Tema-Tema Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dari Masa ke Masa

Lugas Rumpakaadi • Senin, 10 Juni 2024 | 17:10 WIB
BEC 2019: Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival tahun 2019 mengambil tema The Kingdom of Blambangan.”
BEC 2019: Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival tahun 2019 mengambil tema The Kingdom of Blambangan.”

RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) telah menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu.

Gelaran Banyuwangi Festival (B-Fest) ini menampilkan perpaduan unik antara modernisasi dan warisan budaya lokal.

Dari tahun ke tahun, BEC tidak hanya menyajikan parade kostum megah, tetapi juga menggali lebih dalam ke dalam kekayaan budaya Banyuwangi.

Berikut ini perjalanan tema-tema spektakuler BEC dari masa ke masa.

1. BEC 1 (2011): Ikon Kesenian Banyuwangi

BEC pertama kali digelar pada 22 Oktober 2011, mengusung tema Ikon Kesenian Banyuwangi.

Para peserta, yang mayoritas adalah siswa SMA, tampil dengan kostum warna-warni yang dibagi dalam tiga defile utama: Damarwulan, Gandrung, dan Kundaran.

Acara ini sukses mengangkat kesenian lokal ke kancah internasional.

2. BEC 2 (2012): Re-Barong Using

Pada 18 November 2012, BEC kembali dengan tema Re-Barong Using, menampilkan kostum khas Barong Using.

Peserta dibagi dalam tiga defile: Barong Merah (semangat dan keberanian), Barong Kuning (harapan), dan Barong Hijau (kesuburan).

Kehadiran tamu dari Jember Fashion Carnaval menambah kemeriahan acara ini.

3. BEC 3 (2013): The Legend of Kebo-keboan

Dilaksanakan pada 7 September 2013, tema Kebo-keboan diangkat dari tradisi Desa Alasmalang.

Tiga defile utama adalah Kebo Geni (merah), Kebo Bayutirta (biru), dan Kebo Bumi (coklat dan kuning), mencerminkan elemen kehidupan.

4. BEC 4 (2014): The Mystic Dance of Seblang

Pada 22 November 2014, BEC mengusung tema The Mystic Dance of Seblang.

Parade ini memiliki dua panggung utama dan menampilkan tiga defile: Seblang Olehsari, Seblang Bakungan, dan Porobungkil.

BEC cilik juga turut serta dengan kostum mini.

5. BEC 5 (2015): The Usingnese Royal Wedding

Pada 17 Oktober 2015, tema The Usingnese Royal Wedding menghiasi BEC dengan kostum pengantin suku Using.

Defile utama adalah Mupus Braen Blambangan, Sembur Kemuning, dan Sekar Kedaton Wetan.

BEC cilik juga kembali hadir.

6. BEC 6 (2016): The Legend of Sritanjung Sidopekso

Dilaksanakan pada 12 November 2016, tema ini mengangkat legenda rakyat Kerajaan Sindurejo.

Tiga defile utama adalah Sidopekso, Sritanjung, dan Sulah Hadi Kromo.

BEC cilik tampil dengan tema flora dan fauna Alaspurwo.

7. BEC 7 (2017): The Majestic of Ijen

Pada 11 November 2017, tema The Majestic of Ijen menggambarkan keindahan Kawah Ijen.

Defile utama adalah Belerang, Bluefire, dan Landscape Pemandangan Ijen.

BEC cilik menampilkan flora dan fauna di kawasan Ijen.

8. BEC 8 (2018): Puter Kayun

Pada 29 Juli 2018, tema Puter Kayun mengangkat tradisi kuno Kelurahan Boyolangu.

Parade ini mengenang perjalanan Ki Buyut Jakso yang membuka jalur utara Banyuwangi.

9. BEC 9 (2019): The Kingdom of Blambangan

Pada 27 Juli 2019, tema The Kingdom of Blambangan mengingatkan kejayaan Kerajaan Blambangan.

Tema ini memperkuat hubungan Banyuwangi dengan sejarah kerajaan tersebut.

10. BEC 10 (2022): Diversity of Banyuwangi Culture

Setelah dua tahun vakum karena pandemi, BEC kembali pada 2022 dengan tema Diversity of Banyuwangi Culture, menunjukkan keragaman budaya Banyuwangi yang hidup damai berdampingan.

11. BEC 11 (2023): The Majestic of Ijen Geopark

Pada 2023, BEC mengangkat tema The Majestic of Ijen Geopark, mengenalkan Gunung Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Tema ini dibagi dalam tujuh subtema: Ijen, Pulau Merah, Parang Ireng, Lider, Sukamade, Sembulungan, dan Alas Purwo.

12. BEC 12 (2024): Ndaru Ndeso

Tahun ini, BEC kembali hadir dengan tema Ndaru Ndeso, Revival of Village.

BEC tahun ini akan digelar pada 9 hingga 14 Juni 2024 mendatang dengan menampilkan peserta terbaik dari 144 desa di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

BEC telah berhasil mengemas kekayaan budaya lokal Banyuwangi dalam parade megah yang kini menjadi daya tarik internasional.

Setiap tahun, tema yang diusung selalu unik dan sarat makna, membuat BEC menjadi salah satu agenda B-Fest yang selalu dinantikan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#BEC #Banyuwangi Ethno Carnival #Tema