Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dewan Kesenian Blambangan Minta Penyanyi Lebih Tonjolkan Logat Oseng di Banyuwangi Ethno Carnival 2024

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:31 WIB
Kurator menyaksikan presentasi musik pengiring BEC 2024 di halaman Kantor Disbudpar Banyuwangi.
Kurator menyaksikan presentasi musik pengiring BEC 2024 di halaman Kantor Disbudpar Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id - Persiapan gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 terus dilakukan, termasuk untuk musik pengiringnya.

Pada Kamis (6/6), tim musik pengiring telah menunjukkan 12 lagu pengiring yang dibawakan selama BEC 2024 berlangsung.

Hasilnya, tim musik BEC 2024 telah membawakan lagu-lagu pengiring dengan cukup baik, meskipun baru tiga kali latihan.

Meskipun demikian, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Hasan Basri mengeluarkan permintaan kepada para penyanyi untuk lebih menguatkan logat dan aksen Oseng dalam beberapa lagu, termasuk lagu berjudul "Liliro Katon".

Hal ini diungkapkan Hasan Basri dengan tujuan agar para tamu dan penonton dapat lebih menikmati ciri khas ke-Oseng-an lagu yang sesuai dengan tema yang diusung.

"Bagus sekali sindennya, namun saya minta untuk lebih kuat lagi logat dan aksen Oseng-nya. Kita tonjolkan sisi khas dari nada Banyuwangi yang unik untuk seluruh pengunjung," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan kembali menggelar BEC tahun 2024 yang berlangsung pada tanggal 9 hingga 14 Juli mendatang.

Tema Ndaru Ndeso, Revival of Village, diusung pada BEC tahun ini dengan tujuan menghidupkan kembali nilai-nilai desa serta menunjukkan keunikan budaya lokal melalui lensa mode dan kreativitas.

Seluruh peserta BEC 2024 berasal dari perwakilan desa di seluruh Banyuwangi.

Dari total jumlah 189 desa di Banyuwangi, sekitar 144 desa akan mengirimkan duta terbaiknya untuk berpartisipasi dalam Banyuwangi Festival (B-Fest) yang spektakuler.

Para peserta yang dipilih akan berjalan di jalanan kota Banyuwangi, dari Taman Blambangan menuju Kantor Bupati Banyuwangi, melalui jalan utama Kota Gandrung.

Kostum yang dikenakan para peserta tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menggambarkan inovasi dan kreativitas tinggi yang menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan modern. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#penyanyi #dkb #Banyuwangi Ethno Carnival #oseng