Lagu ini sejatinya menceritakan kesengsaraan hidup masyarakat Banyuwangi saat dibawah pengendali penjajahan Jepang. Masyarakat harus mengkonsumsi tanaman genjer yang aslinya diperuntukkan bagi ternak.
Kondisi dalam kemiskinan itulah yang menjadi cikal bakal ide munculnya lagu ini. Lagu ini pernah dibawakan oleh sejumlah penyanyi top Indonesia di masanya. Lilis Suryani dan Bing Slamet adalah sedikit banyak penyanyi yang pernah menyanyikan lagu ini.
Berikut lirik lagu Genjer-Genjer selengkapnya berikut artinya :
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
(Genjer-genjer di petak sawah berhamparan)
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
(Genjer-genjer di petak sawah berhamparan)
Emake thulik teko-teko mbubuti genjer
(Ibu si bocah datang mencabut genjer)
Emake thulik teko-teko mbubuti genjer
(Ibu si bocah datang mencabut genjer)
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih
(Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat)
Genjer-genjer saiki wis digawa mulih
(Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang)
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
(Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar)
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
(Genjer-genjer isuk-isuk dijual ke pasar)
Dijejer-jejer duintingi padha didhasar
(Ditata berjajar diikat pada digelar)
Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar
(Ditata berjajar diikat pada digelar)
Emake jebeng padha tuku nggawa welasan
(Ibu si gadis membeli genjer sambil membawa belasan)
Genjer-genjer saiki wis arep diolah
(Genjer-genjer sekarang akan diolah) (*)
Editor : Niklaas Andries