Radarbanyuwangi.id – Ritual adat seblang yang digelar masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Hingga gelaran hari ketiga, arena ritual adat tersebut selalu ramai pengunjung.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, seblang merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Oseng dalam mengejawantahkan rasa syukurnya.
”Budaya ini harus terus dilestarikan, sehingga tidak hanya menjadi tradisi masyarakat Olehsari, tetapi juga bisa dinikmati masyarakat luas dan wisatawan,” ujarnya.
Ipuk mengaku senang banyak warga yang meminati seni tradisi dan budaya Banyuwangi. ”Ini menunjukkan masyarakat Banyuwangi bangga dengan budayanya,” kata dia.
Penari Seblang Olehsari merupakan remaja putri yang dipilih secara supranatural dari keturunan leluhur penari seblang.
Gadis yang terpilih akan menari di pentas bundar mengikuti iringan musik tradisional Banyuwangi dalam kondisi in trance dengan mata terpejam selama 7 hari berturut-turut.
Penari seblang tahun ini adalah Dwi Putri Ramadani. Ini merupakan tahun kedua bagi perempuan berusia 20 tahun itu.
Sejak 2023 dia ditunjuk sebagai penari Seblang Olehsari menggantikan penari sebelumnya, yakni Susi Susanti yang terakhir menari pada tahun 2022 lalu.
Sejak hari pertama digelar pada Senin (15/4), setiap hari ratusan pengunjung menyemut memenuhi lokasi.
Tidak hanya warga lokal, ritual ini juga disaksikan dengan antusias oleh wisatawan dari luar daerah, bahkan mancanegara.
”Unik. Penarinya menari dalam keadaan dirasuki roh leluhurnya. Saya juga terkesan dengan kostum dan aksesorinya, unik juga,” ujar Mayang, pengunjung asal Malang yang tengah menikmati libur lebaran di Banyuwangi.
Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis bersyukur karena tahun ini ritual seblang berjalan lancar. Arena pertunjukan pun selalu dipadati penonton sejak hari pertama.
Menurut Joko, ritual seblang ini diharapkan dapat menjadi sarana bersih desa sekaligus tolak bala.
Hal positif lain yang didapat yakni meningkatnya pendapatan masyarakat sekitar karena banyaknya pengunjung yang datang.
Sehingga, ikut berdampak pada perputaran ekonomi bagi warga Olehsari. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries