Setelah masyarakat Desa Kemiren menggelar Barong Ider Bumi pada hari kedua Idul Fitri, giliran masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, menggelar ritual seblang.
Ritual ini digelar sejak Senin (15/4) dan bakal berlangsung selama tujuh hari berturut-turut atau hingga Minggu (21/4) mendatang.
Ritual sakral yang digelar secara turun-temurun ini bukan sekadar atraksi wisata. Lebih dari itu, ritual ini digelar dengan tujuan mengusir pagebluk (wabah).
Penari Seblang Olehsari tahun ini merupakan penari tahun sebelumnya, yakni Dwi Putri Ramadani. Dia merupakan keturunan dari penari seblang terdahulu.
Raga perempuan ini menari mengikuti irama gamelan dan gending-gending Oseng dalam kondisi in trance (kerasukan) roh leluhur warga desa setempat.
Bukan itu saja, selama menari kondisi matanya terpejam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Taufik Rohman bersyukur pelaksanaan ritual adat Seblang Olehsari tahun ini diberikan kelancaran tanpa halangan apa pun.
”Saya sangat bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini diberikan kelancaran. Prosesi ritual adat yang begitu sakral ini dapat disaksikan masyarakat secara luas, baik warga lokal maupun wisatawan asal luar daerah dan mancanegara,” ujarnya. (sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries