Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Simbolisasi Dewi Sri Hadir dalam Ritual Barong Ider Bumi Desa Kemiren Banyuwangi, Begini Perwujudan Maknanya

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 12 April 2024 | 15:45 WIB

MERIAH: Prosesi Baron Ider Bumi di Desa Kemiren Banyuwangi menarik antusiasme masyarakat
MERIAH: Prosesi Baron Ider Bumi di Desa Kemiren Banyuwangi menarik antusiasme masyarakat
Radarbanyuwangi.id – Ritual Barong Ider Bumi yang digelar setiap tanggal 2 Syawal kembali digelar masyarakat adat Desa Kemiren, Banyuwangi. Kegiatan yang digelar sebagai bagian ritual bersih desa disaksikan ribuan pasang mata.

Sejak tengah hari, masyarakat yang ingin melihat dari dekat prosesi ritual adat ini sudah tampak menunggu dengan sabar di sekitaran jalur yang akan dilewati oleh arak-arakan barong.

Ritual diawali dengan rombingan warga adat berziarah ke petilasan makam Buyut Cilik. Usai berkunjung ke makam leluhur tersebut, barulah tahapan ritual Barong Ider Bumi dimulai.

Tampak disana arak-arakan tiga barong diberangkatkan dimulai dari sisi timur Desa Kemiren. Prosesi ini ditandai dengan sembur uthik-utik yang berisi beras dan uang koin sebagai dimulainya arak-arakan barong berkeliling desa.

Alunan musik tradisional khas Osing pun mengiringi arak-arakan mulai dari barat gapura Desa Kemiren sampai di tempat mangku Barong di halaman Sanggar Genjah Arum.

Prosesi ini kemudian ditutup dengan menggelar selamatan. Kegiatan ini diikuti ratusan orang dengan menu santapan utama berupa pecel pithik. Dari pelaksanaan ritual Barong Ider Bumi kali ini ada sedikit perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pembedanya adalah kehadiran sosok Dewi Sri yang ikut dalam arak-arakan barong. Simbolisasinya keberadaannya dihadirkan dalam arak-arakan bersama rombongan lainnya.

Pemeran Dewi Sri, Subari Sofyan mengatakan dirinya setiap tahun sebenarnya selalu menyaksikan jalanya ritual Barong Ider Bumi. Meski tak terlibat langsung, Subari kerap berdiskusi dengan tokoh di Desa Kemiren agar ritual tersebut tetap bisa dikemas dengan baik.

Tahun ini, sengaja dirinya turun langsung dengan kostum ala “carnival” yang membawa tema Dewi Padi atau Dewi Sri. Tema sesuai dengan konsep Barong Ider Bumi yang digelar sebagai ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

 “Semoga ritual ini membawa tuntunan agar semua yang ada di Banyuwangi ini selamat,”kata Pria yang juga perias itu.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Banyuwangi Taufik Rohman mengatakan ritual Barong Ider Bumi kembali masuk ke dalam agenda Banyuwangi Festival (Bfest). Sekaligus ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Banyuwangi kepada masyarakat Desa Kemiren.

Apalagi, selama ini masyarakat Desa Kemiren terus menjaga adat budayanya. Dengan masuk ke Bfest, Taufik mengatakan Pemkab ingin agar Barong Ider Bumi bisa dikenal semakin luas.

Tak hanya itu, pemkab juga ingin mengemas agar ritual yang digelar setelah Hari Raya Idul Fitri itu menjadi tontonan yang menyenangkan dan layak untuk seluruh masyarakat luas.

“Mereka (masyarakat Desa Kemiren) masih nguri uri budayanya hingga saat ini. Hal itu yang kita apresiasi.” tegasnya.(fre)

Editor : Niklaas Andries
#ritual #hari raya idul fitri #desa kemiren #dewi sri #Banyuwangi Festival (B-Fest) #ritual adat #Buyut Cili #barong ider bumi #pemkab #banyuwangi