Radarbanyuwangi.id – Penggemar lagu Banyuwangian mungkin masih ingat dengan sosok penyanyi Alif S. Penyanyi yang dikenal memiliki cengkok suara yang khas ini termasuk salah satu penyanyi yang digandrungi di era 80an.
Memiliki nama asli Khoirul Alif. Dia lahir dari pasangan Abu Bakar seorang warga keturunan Pakistan dan Masratik Akim. Alief merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara itu memiliki bakat menyanyi sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Dalam perjalannnya, dia lebih dikenal dengan nama panggung Alif Sukoco. Sejak kecil, Alif yang asli Kecamatan Genteng ini tidak tinggal dengan orang tuanya. Dia memilih tinggal dengan kakeknya yang berprofesi sebagai penyanyi keroncong, Hasyim Sucipto.
Dari situlah, Alif kemudian mengikuti jejak profesi kakeknya. Nama belakangnya pun diambil dari nama besar kakeknya. Nama itu menjadi sebuah bentuk terima kasih kepada pembimbingnya.
Alif memang senang menyanyi sejak kecil. Dan pernah mengikuti berbagai lomba menyanyi dari pentas satu ke pentas lain. Tahun 1979, dirinya mulai masuk dapur rekaman. Namun waktu itu, lagu yang dibawakannya tidak langsung ngetop.
Bahkan perjuangan untuk masuk dapur rekaman zaman itu dirasakan Alif susahnya minta ampun. Gagal meledak di rekaman pertamanya, Alif tidak berkecil hati. Dia terus berusaha mewujudkan impianya menjadi seorang penyanyi papan atas Banyuwangi. Hingga akhirnya kesempatan itu muncul pada tahun 1981.
Alif kembali masuk dapur rekaman. Kali ini dia membawakan lagu berjudul ‘Konco Lawas’. Tak dinyana lagu itu meledak di pasaran. Ini yang kemudian seolah Alif merasa impian dirinya dan sang kakek mulai jadi kenyataan.
Tembang Konco Lawas ini seolah menjadi abtu loncatan sukses Alif di dunia tarik suara. Selam karirnya Alif bisa menelorkan 50 album. Puluhan album yang dimiliki Alif inilah yang kemudian banyak menjulukinya sebagai Raja Kendang Kempul Banyuwangi.
Dalam karirnya, Alif banyak berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi Banyuwangi lainnya. Paling ikonik adalah duetnya dengan Sumiati. Lagu yang dinyanyikan keduanya selalu menjadi best seller seperti lagu berjudul ‘Kucing-Kucingan’.
Penampilan keduanya sering dilabeli sebagai Raja dan Ratu Kendang Kempul Banyuwangi. Yang cukup menjadi hits lagu milik Alif kala itu adalah lagu berjudul ‘Aduh Kejutan’ dan Elek – elek Ngerejekeni’.
Sedangkan kalau lagu berjudul Rehana itu yang membawakan Mus Ds. Mus itu ternyata tetangga Alif. Karakter suara Mus DS dan alif mirip sekali. Jadi banyak orang kemudian mengira yang menyanyi Rehana itu dirinya.
Ketenaran Alif rupanya menjadi magnet bagi masyarakat. Nama Alif begitu familiar di telinga masyarakat Banyuwangi. Tawaran job menyanyi dan di luar job sebagai penyanyi pun terus mengalir.
Alif acapkali diundang menjadi Master of Ceremony (MC). Tawaran ini pun dirasakannya mengalir bak air sungai. Dia sering didapuk menjadi MC khusus dalam beberapa acara warga.
Sayangnya tahun 2000, Alif sempat memilih vakum dari dunia tarik suara yang melambungkan namanya. Pria kelahiran 1956 ini memilih menepi dari glamornya dunia hiburan musik.
Selain faktor usia, Alif sempat merasa tidak mungkin menarik minat produser untuk kembali rekaman album. Demi menyambung hidup, Alif sempat membuka warung kecil di Terminal Rogojampi.
Kesehariannya dia kemudian harus berkutat dengan pesanan mi dan kopi. Sisa hasil kerjanya sewaktu ngetop digunakan sebagai modal untuk membuka warung di Terminal Rogojampi mulai buka pukul 17.00 hingga 01.00 kala itu.
Dan, 3 April 2015 menjadi perjalanan akhir bagi Alif S. Dia menghembuskan nafas terakhirnya. (*)
Editor : Niklaas Andries