Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mudik ke Banyuwangi, Jangan Lewatkan 4 Ritual Tradisi Suku Osing Saat Libur Hari Raya Idul Fitri

Niklaas Andries • Sabtu, 23 Maret 2024 | 18:54 WIB

LEBARAN: Ketupat menjadi suguhan wajib saat ritual lebaran ketupat
LEBARAN: Ketupat menjadi suguhan wajib saat ritual lebaran ketupat
Radarbanyuwangi.id – Kabupaten Banyuwangi berjuluk Sunrise of Java dikenal sebagai kota dengan ragam budaya dan tradisi masyarakatnya.

Perkembangan pembangunannya di kota paling timur Pulau Jawa ini tidak meninggalkan adat istiadat serta warisan leluhur pendahulunya.

Bahkan tradisi dan warisan leluhur mampu berjalan seiring proses pembangunan yang gencar dilakukan. Beberapa adat istiadat dan kebiasaan masyarakat mampu dipertahankan dan dilestarikan hingga kini.

Dan, bagi perantau maupun pelancong yang kebetulan mudik lebaran dan memilih berwisata ke Banyuwangi tahun ini.

Ada kesempatan untuk menyaksikan kekayaan ragam budaya dan tradisi masyarakat Banyuwangi lebih dekat.

Setidaknya ada empat tradisi masyarakat Suku Osing yang bisa disaksikan dari dekat berdekatan dengan momen Idul Fitri. Empat tradisi tersebut diantaranya :

1. Barong Ider Bumi Kemiren

PULANG KAMPUNG: Mudik ke Banyuwangi jangan lupa untuk menyaksikan gelar ritual budaya selama libur Lebaran
PULANG KAMPUNG: Mudik ke Banyuwangi jangan lupa untuk menyaksikan gelar ritual budaya selama libur Lebaran
Dari namanya, Ider berarti berkeliling. Sementara bumi artinya bumi atau tempat berpijak. Dari arti kedua kata tersebut dapat diartikan bahwa Ider bumi merupakan kegiatan mengelilingi tempat berpijak atau bumi.

Inti dari kegiatan ini mengarak barong memutari desa. Dan, Barong Ider Bumi sejatinya merupakan tradisi ritual tolak bala. Ritual ini dilaksanakan pada hari kedua lebaran.  Dalam ritual ini, barong diarak keliling desa.

Barong yang diarak pun tak sembarang Barong. Barong yang diarak keliling ini berusia ratusan tahun Sementara arak-arakannya diiringi nyanyian tembang Jawa alias macapat. Tembang ini berisi doa dan pemujaan terhadap Tuhan..

Kegiatan menjadi sebuah keharusan bagi masyarakat Kemiren. Sesuai dengan cerita para leluhur, ritual ini bisa mengusir pagebluk dan mara bahaya.

2. Tarian Seblang Olehsari

HARI KEDUA LEBARAN: Tradisi Barong Ider Bumi bisa jadi suguhan saat mudik ke Banyuwangi
HARI KEDUA LEBARAN: Tradisi Barong Ider Bumi bisa jadi suguhan saat mudik ke Banyuwangi
Tarian Seblang Olehsari dilaksanakan pada bulan Syawal. Tanggal pastinya mulai tanggal 3 Syawal. Ritual ini juga dipercaya bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk.

Uniknya ritual ini, penari menggunakan mahkota dari untaian daun pisang dan aneka bunga. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Omprok.

Penari yang menari seblang merupakan seseorang perempuan yang masih muda. Saat menari dia dalam kondisi tidak sadar alias kerasukan roh leluhur.

Ritual Seblang diawali dengan selamatan di empat titik. Dua di antaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cili.

Penarinya bukan sembarangan orang. Mereka adalah orang yang ditunjuk langsung oleh leluhur lewat wangsit.

3. Lebaran Kupat

DESA OLEHSARI: Tarian seblang menjadi sajian ritual setelah lebaran
DESA OLEHSARI: Tarian seblang menjadi sajian ritual setelah lebaran
Lebaran kupat dilaksanakan tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri pada 1 Syawal. Di Banyuwangi, lebaran ketupat dimeriahkan dengan berbagai acara. Umumnya tradisi ini dilakukan dengan menggelar selamatan di musala ataupun masjid setempat.

Mereka makan ketupat bersama dan membacakan doa-doa. Ketupat merupakan panganan dari beras yang dimasak dalam jalinan janur atau daun kelapa muda. Bentu lazimnya adalah segi empat.

Untuk menikmati ketupat, biasanya disediakan pula gulai atau sayuran. Di Banyuwangi pasti akan ditambahi telur cit atau telur petis untuk menambah rasa nikmat kuliner satu ini. Ritual pelaksaannya bisa berbeda tiap desa atau wilayah di banyuwangi

4. Puter Kayun

WATUDODOL: Ritual puter kayun digelar usai lebaran oleh masyarakat Boyolangu Banyuwangi
WATUDODOL: Ritual puter kayun digelar usai lebaran oleh masyarakat Boyolangu Banyuwangi
Puter Kayun merupakan tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri, saat memasuki hari ke sepuluh, Bulan Syawal.

Sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki sepanjang tahun, warga Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri, menggelar tradisi puter kayun. Mereka berpawai keliling kota menggunakan dokar menuju Pantai Watu Dodol.

Dokar akan dihias semenarik mungkin dengan warna dominan kuning keemasan dan balutan janur kuning mengelilingi atap dokar.

Setelah berkeliling kota, iring-iringan dokar ini menuju pantai Watu Dodol.sembari membawa hidangan kupat sayur, di pinggir pantai sajian bekal yang dibawa dari rumah akan dimakan sambil melihat pemandangan pantai. (*)

Editor : Niklaas Andries
#idul fitri #suku osing #kemiren #Lebaran Ketupat #barong ider bumi #adat istiadat #banyuwangi #Seblang Olehsari #Puter Kayun