Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Omahseum, Melihat Gambaran Masa Lalu Bumi Blambangan

Niklaas Andries • Minggu, 17 Maret 2024 | 12:05 WIB

BERSEJARAH: Beberapa artefak peninggalan leluhur yang ditemukan di Bumi Blambangan jadi koleksi Omahseum Banyuwangi.
BERSEJARAH: Beberapa artefak peninggalan leluhur yang ditemukan di Bumi Blambangan jadi koleksi Omahseum Banyuwangi.
Radarbanyuwangi.id - Artefak sebagai sumber sejarah, setidaknya bisa memberikan gambaran tentang masa lalu. Khusus di Banyuwangi, ada banyak ragam artefak yang ditemukan. 

Meneropong cipta, rasa, dan karsa, manusia di masa lalu bisa menggunakan artefak sebagai salah satu indikatornya.

Keberadaannya bisa menjadi semacam mesin waktu yang membawa kembali jauh ke garis belakang dalam mengetahui kebudayaan dan kehidupan yang lampau.

Artefak sendiri bentuknya beragam mulai dari bahan yang terbuat dari kayu, batu, logam, perunggu, tulang hewan, atau yang lainnya. Artefak sendiri bisa dibagi dalam dua golongan besar yakni yang dinamis dan statis.

Yang statis, artefak biasanya berbentuk candi yang megah, benteng, prasasti, makam dan lain sebagainya. Sedangkan yang dinamis bisa berupa perkakas rumah, mata uang, pakaian, maupun senjata.

Indonesia sendiri punya catatan panjang terkait artefak. Banyaknya kebudayaan yang muncul yang mewarnai percaturan dinamika di Nusantara, turut memberikan warna terhadap peninggalan sejarah.

Sebut saja beberapa artefak yang berasal dari zaman kerajaan Majapahit, kerajaan Kutai, Sriwijaya, atau bahkan era kerajaan Tarumanegara.

Temuan terkait peradaban dan budaya di kerajaan itu sangat menarik sejarawan dalam menggambarkan bentuk kehidupan, budaya, lokasi pembuatannya, serta kondisi bangsa di masa lalu dalam periode tertentu.

Di sisi lain, artefak juga merupakan gambaran dan bukti hasil aktivitas atau peradaban manusia tentang kehidupan manusia di masa lalu. Khusus di Bumi Blambangan, ada banyak ragam artefak yang ditemukan.

Artefak ini selain masih bisa ditemui di lokasi aslinya, bisa juga dilihat di Museum Blambangan di kompleks Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Selain itu, ada pula ribuan koleksi artefak milik perorangan yang bisa dilihat masyarakat umum di Banyuwangi.

Nama tempatnya adalah Omahseum di Jalan Widuri Banyuwangi, milik Thomas Racharto. Lelaki 80 tahun ini merasa ingin berbagi menikmati koleksi pribadinya dengan masyarakat. (nic/bay)

 

Editor : Niklaas Andries
#blambangan #mesin waktu #peninggalan sejarah #nusantara #museum #Bumi Blambangan #sriwijaya #kerajaan #majapahit #tarumanegara #banyuwangi #Artefak