Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tradisi Warga Banyuwangi Sambut Bulan Ramadan, Ziarah ke Makam hingga Selamatan Kampung

Bagus Rio Rohman • Senin, 11 Maret 2024 | 18:40 WIB

NYEKAR: Mengawali  bulan suci Ramadan, warga berziarah ke makam leluhur di TPU Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi, Minggu (10/3).
NYEKAR: Mengawali bulan suci Ramadan, warga berziarah ke makam leluhur di TPU Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi, Minggu (10/3).
Radarbanyuwangi.id -Beragam kegiatan dilakukan masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

Ada pawai obor, bersih-bersih tepat ibadah, nyekar atau ziarah ke makam leluhur, hingga tradisi selamatan kampung.

Hampir semua tempat pemakaman umum (TPU) di Banyuwangi dipenuhi oleh orang-orang yang berziarah ke makam leluhurnya beberapa hari terakhir.

Puncak keramaian terlihat Minggu (10/3). Masyarakat silih berganti datang ke kuburan. Ada yang membawa kembang, lalu mendoakan arwah leluhurnya.

Tradisi ini dilakukan warga tiap menjelang bulan suci Ramadan. Seperti yang tampak di TPU Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, Minggu (10/3).

Banyak warga yang datang untuk menabur bunga dan mengirim doa kepada leluhur.

”Kami berziarah untuk mengirim doa yang terbaik buat almarhum keluarga kami. Pada Ramadan tahun ini kami tidak bisa berkumpul secara langsung,” ujar Ribut, petugas TPU Tamanbaru.

Ribut menjelaskan, tradisi nyekar biasanya dilakukan pada momen-momen tertentu. Salah satunya, menyambut datangnya bulan Suci Ramadan dan saat Idul Fitri nanti.

”Tradisi ini sudah berjalan sejak dulu, makanya ramai di saat momen tertentu saja. Khususnya saat masyarakat banyak yang mudik ke kampung halamannya,” ungkapnya.

Tidak hanya ziarah makam, tradisi menyambut bulan Suci Ramadan juga dilakukan sejumlah warga Dusun/Desa Bangorejo.

Warga menggelar selamatan kampung dengan membawa ingkung sebagai hidangannya. Setiap keluarga membawa satu ingkung untuk dibagikan kepada masyarakat.

Guyub rukun menjadi pedoman mereka untuk menjaga kampungnya aman dan nyaman.

”Tradisi punggahan namanya, yang merupakan tradisi Jawa dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Kepala Dusun Bangorejo Lutfi.

Lutfi menyebut, tradisi tersebut selalu digelar untuk menjaga kerukunan warga kampung.

Makanya, semua makanan yang dibawa langsung dibagikan secara merata agar semua bisa ikut menikmati.

”Yang penting guyub rukun, serta saling menjaga silaturahmi antarwarga satu kampung,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Lingkungan Kluncing, Kelurahan Giri, menggelar pawai obor untuk memeriahkan dan menyambut bulan suci Ramadan.

”Tradisi menyambut datangnya Ramadan di setiap lingkungan memang berbeda-beda. Yang terpenting bagaimana kita melakukan yang terbaik serta menjaga tradisi dan budaya di wilayahnya masing-masing,” ungkap Lurah Giri Moh. Hilmi. (rio/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#bulan suci ramadan #guyub rukun #tempat pemakaman umum (TPU) #kecamatan #kuburan #tpu #nyekar #kelurahan #ingkung #banyuwangi