Jajanan patola biasa disajikan sebagai menu berbuka puasa bagi warga Bumi Blambangan. Sedangkan di daerah lain, patola juga bisa disebut petolo atau putu mayang.
Umumnya, jajanan ini dinikmati dengan santan yang dimasak dengan gula merah.
Patola sendiri merupakan jajan kuliner yang berbahan dasar adonan dari tepung beras dengan tambahan sedikit garam. Bahan itu diuleni dan dikukus hingga menjadi adonan.
Adonan kemudian dicetak dengan batok kelapa yang dilubangi hingga membuatnya berbentuk serupa kerupuk.
Untuk mempercantik rupa kudapan, adonan patola biasanya memiliki tiga warna, yakni merah muda, hijau, dan putih.
Penyajian patola sendiri, harus lengkap dengan kuah manis gurihnya. Kuah ini dibuat dari campuran santan dan gula merah, yang direbus dengan daun pandan.
Kuah itu yang kemudian membuat Patola yang idealnya disajikan dalam porsi kecil, sebagai menu camilan buka puasa memiliki rasa dominan gurih-manis.
Bagi warga Banyuwangi, patola menjadi salah satu kudapan buruan saat Ramadan. Jajanan ini bisa dengan mudah ditemui di sebagian besar pasar takjil.
“Makanan ini hanya ada saat Ramadan. Jadi orang seperti merasa kurang puas berbuka puasa kalau tidak ada patola,” ujar salah satu warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Andrian Sasmita, 28. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries