Kaos ini menjadi buah tangan khas bagi wisawatan sebagai penanda pernah menginjakkan kakinya di Pulau Dewata.
Tapi siapa sangka bila tokoh pengkreasi kaos bergambar barong itu yakni Pande Ketut Krisna, baru saja meninggal dunia.
Tokoh pencetus gerai modern oleh oleh di Bali ini menghembuskan nafas terakhir pada hari Umanis Galungan lalu, tepatnya Kamis (29/02) usai mendapat perawatan di RSUP Prof Ngoerah Denpasar.
Pande Ketut Krisna meninggal di usianya yang menginjak 78 tahun.
Dilansir Bali Express, Pande Ketut Krisna merupakan pencipta kaos barong yang kini sudah tersohor ke seluruh dunia.
Kaos Barong ditemukan sekitar tahun 1969. Dimana pada masa itu, Pande Krisna memang memiliki usaha tekstil dan mencoba untuk mengembangkan kreasi kain Endek Bali.
Karena saat itu, warna kain Endek Bali maksimal hanya dua warna saja. Karena itu, Pande Krisna kemudian melakukan eksperimen untuk menciptakan warna yang lebih variatif.
Salah satu metode yang digunakan dalam eksperimen ini adalah metode celup benang tenun untuk menciptakan kain endek warna-warni. Hingga akhirnya terciptalah kain endek warna-warni ini.
Yang selanjutnya inovasi ini menghasilkan banyak warna atau catrian. Kain endek yang dulunya dua warna, kini menjadi 5 warna. Karena metode celup manual dirasa tidak maksimal,
Pande Krisna terus melakukan inovasi untuk mempermudah proses pencelupan. Hingga akhirnya setelah mencoba banyak cara,
Pande Ketut Krisna menemukan alat dan cara untuk menciptakan aneka warna pada kain endek. Nama metode adalah catrian.
Penemuan inilah yang kemudian di kembangkan sehingga terbentuk baju barong di tahun 1969. (*)
Editor : Niklaas Andries