Radarbanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani resmi melantik ketua dan jajaran pengurus Dewan Kesenian Blambangan (DKB) masa bakti 2024–2029.
Prosesi pelantikan berlangsung sederhana namun khidmat di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Kamis (29/2).
Terdapat lebih dari 50 pengurus yang mengikuti pelantikan tersebut.
Hasan Basri yang kembali terpilih sebagai Ketua DKB periode lima tahun ke depan diminta untuk siap menjalankan berbagai inovasi pengembangan budaya di Banyuwangi.
Selain melantik jajaran pengurus DKB, kegiatan yang dihadiri Ketua Dewan Pengarah DKB Samsudin Adlawi itu juga menjadi ajang silaturahmi sejumlah budayawan sepuh Banyuwangi.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, dengan dilantiknya jajaran kepengurusan yang baru, DKB diharapkan dapat mengeksekusi semua program kesenian di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
”Semoga dengan adanya kepengurusan ini, DKB bisa terus berkembang dan menuju perubahan gemilang. Tidak hanya seniman atau budayawan, tapi juga untuk semua masyarakat pencinta seni Banyuwangi,” ujarnya.
Ipuk juga meminta kepada ketua dan pengurus DKB agar dapat merangkul generasi muda guna memajukan kesenian dan budaya Banyuwangi dengan menggunakan konsep modern.
Tujuannya, supaya seni dan budaya menjadi instrumen pendorong persatuan dan kekompakan pada segenap elemen masyarakat.
Menurut Ipuk, kemajuan yang dicapai Banyuwangi tidak lepas dari peran seniman dan budayawan yang aktif merawat dan melestarikan kesenian dan budaya lokal.
”Berkat seni dan budaya, Banyuwangi telah dikenal luas dan prestasinya tidak hanya tercatat di kancah nasional, tetapi juga internasional. Jangan jemawa. Mari kita cari apa yang belum kita temukan, apa yang belum ada mari diciptakan,” ucap Ipuk.
Ketua DKB Hasan Basri mengungkapkan, DKB adalah salah satu lembaga nonstruktural Pemkab Banyuwangi dan menjadi mitra terdekat dalam pengembangan seni budaya.
Pihaknya mengaku siap bertugas untuk mengawal pembangunan seni dan budaya di Bumi Blambangan.
DKB juga mengemban amanah untuk memberikan masukan terhadap strategi maupun politik kebudayaan di Banyuwangi.
Selain itu, DKB juga berkontribusi dalam penyusunan program dan mengisi event Banyuwangi Festival.
”Kami ingin meyakinkan bahwa program atau produk seni budaya yang ada benar-benar dilahirkan dari pemikiran yang matang dan menghasilkan sebuah karya yang berkualitas,” tutur Hasan.
Kesenian tradisional di Banyuwangi menjadi identitas daerah.
Sementara kesenian budaya modern tetap dikembangkan, namun tidak seekstrem pewarisan seni budaya Banyuwangi yang pengembangannya yang lebih dinamis.
”Semoga kami dapat menjalankan tugas dengan maksimal. Dapat menjadi pembeda, karena di Banyuwangi sendiri seni dan kekentalan budayanya-lah yang menjadi warisan seni yang harus terus dilestarikan,” tandas Hasan. (tar/sgt/c1)
Susunan Kepengurusan DKB 2024-2029
Pengurus Harian
Ketua : Hasan Basri
Wakil Ketua 1 : Suko Prayitno
Wakil ketua 2 : Juwono
Komite Bahasa dan Sastra
Ketua : Muhammad Iqbal baraas
Komite Seni Teater
Ketua : Rini Dianingrum
Komite Seni Rupa
Ketua : Nurkojin
Komite Seni Tari
Ketua : Suko Prayitno
Komite Seni Musik
Ketua : Juwono
Komite Seni Media Rekam
Ketua : John A. Rahmatullah
Komite Seni Pertunjukan Tradisional
Ketua : Akhmad Ali Murtono
Editor : Niklaas Andries