Maka perayaan ini dilaksanakan setiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa atau dua pekan setelah Imlek.
Ragam kegiatan pun digelar untuk memperingati momen Cap Go Meh seperti persembahyangan, pertunjukkan barongsai, liang leong hingga pergelaran kesenian tradisional.
Selain diisi beragam kegiatan tersebut, malam Cap Go Meh juga identik dengan sajian kulinernya. Setidaknya ini menjadi momen yang paling ditunggu baik bersama keluarga maupun kerabat lainnya.
Sedikitnya ada tujuh makanan yang biasa disajikan saat perayaan Cap Go Meh. Ketujuh makanan itu diantaranya :
- Lontong Cap Go Meh
Lontong Cap Go Meh menjadi menu makanan wajib setiap perayaan ini digelar. Lontong Cap Go Meh berasal dari akultrasi dua budaya yang berbeda yakni, Jawa dan Tionghoa. Lontong yang digunakan dalam sajian ini dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya yang panjang. Bentuknya yang bulat panjang itu diartikan sebagai simbol panjang umur. Kebanyakan orang ketika menyantap lontong Cap Go Meh memang kebanyakan mengharapkan panjang umur.
- Mi Panjang Umur
Sajian ini juga turut disajikan saat perayaan Imlek. Ada makna filosofis yang terkandung dibalik makanan ini. Mirip seperti lontong Cap Go Meh, mie panjang umur juga memiliki harapan panjang umur dan rezeki melimpah tanpa putus bagi yang menikmatinya.
- Kue Keranjang (Nian Gao)
Kue keranjang merupakan sajian khas yang wajib disajikan pada perayaan Imlek atau Cap Go Meh. Hal ini karena memiliki makna peningkatan kesejahteraan dari tahun ke tahun. Kue ini sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tepatnya tujuh hari menjelang Tahun Baru Imlek. Lalu puncaknya pada perayaan Cap Go Meh.
- Jeruk
Buah jeruk bagi masyarakat Tionghoa dipercaya sebagai lambang kemakmuran. Buah ini termasuk dalam makanan wajib ada pada saat perayaan Imlek ataupun Cap Go Meh.
- Onde-onde
Semua tentu mahfum dengan makanan ini. Makanan ini punya ciri khasnya disajikan dalam bentuk bulat seperti bola tenes dengan taburan wijen dan memiliki permukaan yang berwarna kekuningan. Onde-onde dianggap sebagai pembawa keberuntungan oleh masyarakat Tionghoa.
- Wedang Ronde
Minuman ini selalu wajib dihidangkan saat perayaan yang berkaitan dengan budaya Tionghoa. Bagi masyarakat Tionghoa, wedang ronde merupakan minuman para dewa. Dala kepercayaan masyarakat Tionghoa, wedang ronde memiki tiga unsur warna yakni, hijau yang melambangkan sebuah harapan, merah membawa keberuntungan. Lalu putih jadi lambang kesejateraan dan persatuan.
- Telur teh
Sajian yang tidak kalah uni adalah telur teh atau telur. Telur ini direbus dengan kecap asin dan teh. Rasa dari sajian yang satu ini memiliki keunikan tersendiri, dengan rasanya yang manis dan gurih. (*)
Editor : Niklaas Andries