Secara tidak langsung cerita dalam film ini masih bersentuhan terutamanya dengan tradisi Banyuwangi.Dalam film ini mengkisahkan sosok Ayu, seorang perempuan remaja yang raganya menyatu dengan sinden bernama Sarinten.
Sarinten merupakan sosok dari alam gaib yang terusir dari Banyuwangi. Sosok lelembut ini kemudian menetap di Watu Kandang.
Cerita dimulai saat Ayu bersama teman sekolah dan yang lain mengerjakan projek film dokumenter untuk tarian Turonggo Yakso di Watu Kandang.
Watu Kandang sendiri merupakan sebuah batu besar yang terletak di sungai di daerah Trenggalek.
Kecerobohan salah seorang teman Ayu dengan mengambil sebuah batu dari Sungai diduga sebagai pemicu malapetaka. Hal itu membuat makhluk gaib di sekitar Watu Kandang merasa terganggu.
Di sungai itu, Ayu bahkan sempat tak sadarkan diri. Hal-hal aneh pun terjadi pada teman-teman Ayu lainnya.
Meski mereka dapat pulang ke rumah dengan selamat, namun keanehan terjadi pada mereka, terutama Ayu.
Tidak lama setelah peristiwa di Watu Kandang, saat sedang upacara di sekolah, Ayu tiba-tiba kerasukan dengan berteriak histeris. Kejadian itu juga dialami siswa lainnya hingga terjadi kerasukan masal di sekolah.
Sejak peristiwa, kedua orang tua Ayu mulai menyadari bahwa hal ganjil yang terjadi pada putrinya sejak pulang dari Watu Kandang. Orang tua Ayu pun lantas menemui orang pintar.
Disini diketahui bahwa batu yang diambil oleh teman Ayu membuat pintu alam gaib di Watu Kandang terbuka. Ini memicu kemarahan arwah di sana. Salah satu arwah tersebut adalah sinden Sarinten yang merasuki tubuh Ayu.
Menurut orang pintar, Sarinten merupakan penghuni Watu Kandang, yang terusir dari Banyuwangi. Berbagai hal aneh menimpa Ayu, tetapi dia tetap berusaha melanjutkan hidupnya seperti biasa.
Ketika Ayu mulai menjalani kehidupannya yang normalnya, keberadaannya sebagai tempat tinggal Sarinten membawanya pada berbagai insiden mistis. Kejadian aneh dan kesurupan menjadi kejadian yang rutin dialami Ayu.
Bahkan saat Ayu menyelesaikan pendidikannya dan akan menikah. Pengaruh Sarinten tidak berkurang. Pengalaman mistis yang dialami oleh Ayu juga dirasakan oleh orang di sekitarnya.
Ketakutan sekaligus kebingungan menyelimuti teman dan tetangga Ayu. Ketegangan pun semakin meningkat saat Ayu berusaha mencari jalan keluar dari pengaruh Sarinten.
Nah mampukah Ayu keluar dari bayang bayang Sarinten. Jangan lupa tonton filmnya. Film ini akan tayang perdana mulai 22 Februari 2024.
Sekadar diketahui, Sinden Gaib digarap atas arahan sutradara Faozan Rizal. Sejumlah karya yang pernah disutradarai olehnya yakni Abracadabra (2019), Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018), dan Habibie & Ainun (2012). Naskah film Sinden Gaib ditulis secara kolaborasi oleh Gerald Mamahit, B.w. Purbanegara, dan Bumi Nusantara. (*)
Editor : Niklaas Andries