Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Film Jadi Ajang Unjuk Karya Sineas Muda, Bupati Ipuk Minta Potensi Banyuwangi Ikut Dipromosikan

Sigit Hariyadi • Selasa, 10 Oktober 2023 | 23:00 WIB
APRESIASI: Bupati Ipuk serahkan uang pembinaan secara simbolis kepada juara I BFF di Gedung Juang 45 Banyuwangi.
APRESIASI: Bupati Ipuk serahkan uang pembinaan secara simbolis kepada juara I BFF di Gedung Juang 45 Banyuwangi.

RADAR BANYUWANGI – Pemkab kembali menggelar Banyuwangi Film Festival (BFF) tahun ini. Ajang untuk memfasilitasi pengembangan kreativitas para sineas muda tersebut dihelat di Gedung Juang 45 Banyuwangi.

Puluhan karya film pendek diputar dan diapresiasi dalam event yang digeber pada Jumat (6/10) sampai Sabtu (7/10) tersebut.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, potensi besar di dunia perfilman menjadi perhatian pemkab. Dia menegaskan bahwa film menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi kreatif Banyuwangi.

Menurut Ipuk, dari sebuah film, ada banyak sektor kreatif yang dilibatkan. Seperti halnya sutradara, videografer, artis, penulis, penata musik, hingga makeup artis. ”Ini adalah ekonomi kreatif yang harus dikembangkan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berharap kepada para sineas muda Banyuwangi untuk bisa menghadirkan film-film edukasi yang bermutu.

Mereka diharapkan dapat mengangkat tentang kekayaan budaya dan keindahan Banyuwangi lewat karya-karyanya. ”Apa yang menjadi potensi Banyuwangi ini bisa dipromosikan lewat film,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah sineas muda unjuk karya dalam BFF 2023. Salah satunya melalui film pendek berjudul Garising Pesthi.

Film yang disutradarai oleh Nanda Andalibtha ini berhasil meraih juara pertama dalam ajang tersebut.

”Film ini digarap pada Oktober–November tahun kemarin. Mengisahkan tentang penerimaan terhadap takdir Tuhan. Sebagaimana judulnya yang bermakna garis ketetapan,” ungkap gadis asal Genteng yang menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta tersebut.

Ketua Komisi Film Daerah (KFD) Banyuwangi Bambang mengatakan, kreativitas insan perfilman di Banyuwangi cukup potensial.

Karya-karyanya pun banyak diakui. Bahkan, tidak sedikit anak-anak muda Banyuwangi yang kemudian berkiprah di industri film nasional.

”Industri film di Banyuwangi layak untuk dikembangkan lebih jauh,” kata dia.

Selain sumber daya manusianya, imbuh Bambang, Banyuwangi juga memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia perfilman.

”Akhir-akhir ini banyak film yang syuting di Banyuwangi atau menggunakan budaya Banyuwangi sebagai latar cerita. Ini menarik sebagai ajang promosi wisata,” pungkasnya. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#ekonomi kreatif #film #gedung juang #budaya #sineas #sutradara #festival #banyuwangi #potensi