RadarBanyuwangi.id – Gelanggang seni dan budaya (Gesibu) Blambangan penuh sesak dengan lautan manusia, Sabtu malam (26/8). Ribuan pasang mata menyaksikan Festival Gending Using (FGU) yang digelar Pemkab Banyuwangi.
Malam itu, penyanyi papan atas Banyuwangi unjuk kebolehan. Ada Catur Arum, Wandra Restusiyan, Syahiba Saufa, James AP, Suliana, dan ratu kendang kempul Sumiyati.
Penampilan para penyanyi legendaris Bumi Blambangan tersebut benar-benar mengobati kehausan akan gending Using.
Festival tersebut digelar untuk melestarikan seni budaya Banyuwangi. Selama ini, Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kental akan warisan budaya. Mulai bangunan kuno hingga musik.
Untuk menjaga warisan budaya berupa lagu khas Banyuwangi atau yang dikenal sebagai Gending Using, Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfo), menyediakan wadah bagi anak muda untuk mengembangkan bakat dan melestarikan lagu Using.
Event FGU tahun ini merupakan acara kelima yang digelar Pemkab Banyuwangi. Meski sempat berhenti pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, kini FGU kembali digelar dengan meriah.
Bupati Ipuk Fiestiandani hadir dalam malam final FGU di Gesibu. Kata Ipuk, FGU menjadi momentum dalam menguatkan kolaborasi pada sektor musik khas Banyuwangi.
Sebagai warisan budaya, gending Using perlu untuk dilestarikan. Ipuk mengajak masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam melestarikan Gending Using agar dapat diterima masyarakat luas.
”Gending Using menjadi bagian dari kita dalam mempertahankan budaya. Maka dari itu, Pemkab menghadirkan Festival Gending Using. Festival ini kita gelar bukan hanya menfasilitasi anak bermain musik atau mendengarkan musik, tapi ingin mempertahankan budaya Banyuwangi terutama musik,” paparnya.
Ipuk berharap gending Using dapat dinikmati semua kalangan mengingat sejumlah penyanyi kian terkenal karena membawakan lagu daerah.
Dalam gending Using tidak hanya berisi alunan musik. Lebih dari itu, gending Using memiliki jejak sejarah yang mampu menjadi warisan budaya dan membangun Banyuwangi kian besar.
”Jangan sampai gending Using sampai hilang tergantikan dengan musik lain. Mari jadikan gending Using bisa diterima semua kalangan dan masuk pada semua jenis musik. Jadikan gending Using sebagai sarana lebih mencintai budaya Banyuwangi, agar Banyuwangi kian dikenal,” pesannya.
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Budi Santoso mengatakan, tujuan digelarnya FGU untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap gending Using.
Melalui FGU diharapkan gending Using menjadi media generasi muda mengembangkan bakat di dunia tarik suara, terutama lagu khas Banyuwangi.
”Gending Using khusus untuk mengangkat musik asli Banyuwangi tetap eksis. Mengingat banyak lagu dari daerah lain mulai dikenal, maka lagu Using jangan kalah,” katanya.
Selain menjadi malam penyerahan penghargaan lima besar finalis, FGU juga memberikan apresiasi kepada sejumlah seniman musik Banyuwangi yang terbagi dalam beberapa kategori.
Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada mendiang Agus Hardiyanto alias Koming sebagai pencipta 420 lagu Using.
”Selain memberikan penghargaan kepada para pemenang FGU, kami juga memberikan apresiasi kepada para seniman musik Banyuwangi, tak terkecuali kepada mendiang Koming yang semasa hidupnya sangat produktif menciptakan ratusan musik terkenal Banyuwangi,” jelasnya.
Sementara itu, juara pertama kategori putra FGU 2023 diraih Febri Erfan, 25, merasa sangat senang dengan digelarnya FGU. Tahun ini menjadi kali kedua bagi dia ikut dalam ajang FGU.
”Tahun 2019, saya ikut dan berhasil meraih juara ketiga. Alhamdulillah tahun ini bisa ikut kembali dan berhasil juara pertama,” ujar pria asal Kecamatan Songgon tersebut. (rei/aif)
Editor : Ali Sodiqin