Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gelar Songo, Ritual Bersih Desa ala Warga Glagah, Seperti Apa Suasananya?

Sigit Hariyadi • Rabu, 2 Agustus 2023 | 01:30 WIB
SELAMATAN: Warga mengarak tumpeng dalam rangkaian kegiatan Gelar Songo. Tumpeng-tumpeng tersebut lantas dimakan beramai-ramai oleh warga sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.
SELAMATAN: Warga mengarak tumpeng dalam rangkaian kegiatan Gelar Songo. Tumpeng-tumpeng tersebut lantas dimakan beramai-ramai oleh warga sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.

RADAR BANYUWANGI – Warga Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, memiliki tradisi unik yang dihelat setahun sekali.

Setiap tanggal 9 Suro penanggalan Jawa, mereka menggelar ritual adat Gelar Songo.

Dalam tradisi ini, warga setempat menggelar kenduri desa dengan menghadirkan sembilan jenis tumpeng.

Ritual tersebut dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun depan.

Pada tahun ini, tradisi Gelar Songo dilangsungkan pada Minggu (30/7). Wakil Bupati (Wabup) Sugirah hadir langsung pada acara yang diselenggarakan di aula Pasar Glagah tersebut.

Dalam tradisi Gelar Songo, ada sembilan tumpeng yang wajib dihadirkan.

Antara lain jajanan pasar, jenang atau bubur merah, putih, hitam, dan kuning, rengginang, pisang muda, dan sego golong (nasi putih yang dibungkus daun, di dalamnya terdapat telur rebus utuh).

Ada pula nasi kuning, kinangan (tempat menginang lengkap dengan bahan kinangan), dan uang.

”Atas nama pemkab kami memberikan apresiasi terhadap tetua adat dan warga yang terus menjaga nilai-nilai yang diwariskan pendahulunya dan terus melestarikan adat istiadat,” ujar Wabup Sugirah.

Menurut Sugirah, tradisi yang mengingatkan warga untuk selalu bersyukur dan berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa ini harus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan khazanah bangsa.

”Gelar Songo  merupakan bagian kekayaan budaya yang ada di Banyuwangi. Bila ditata dengan baik, ritual ini juga bisa menjadi salah satu agenda wisata dan bisa menarik wisatawan datang ke Banyuwangi. Ini akan menjadi peluang ekonomi bagi warga lokal,” tuturnya.

Rangkaian ritual adat Gelar Songo ini digelar selama lima hari.

Diawali dengan Mocoan Lontar Yusuf pada Rabu (26/7) dan dilanjutkan dengan semaan Alquran, ziarah ke makam Buyut Ka’i dan Buyut Gingsring yang diyakini sebagai leluhur yang membuka lahan pertama permukiman warga yang sekarang dikenal sebagai Desa Glagah.

Selanjutnya, digelar selamatan kampung pada Kamis (27/7).  Berikutnya di hari Jumat (28/7) digelar lomba wangsalan dan basanan antarwarga.

Pada Sabtu (29/7) digelar pentas seni untuk menampilkan kreativitas warga setempat. Acara dilanjutkan dengan kirab atau lomba arak-arakan tumpeng pada Minggu (30/7) dan diakhiri dengan doa bersama sebagai tanda syukur.

Usai doa bersama, warga lalu makan tumpeng bersama-sama. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#bersih desa #tradisi #suro #tumpeng #wisata #ritual adat #banyuwangi #Sego Golong