RadarBanyuwangi.id – Tradisi kebo-keboan Desa Alasmalang diwarnai aksi bentrokan antarpenonton dengan pemeran kebo-keboan, Minggu (30/7).
Bentrok fisik mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. “Kejadianya dipicu salah paham. Penonton dan pemeran kebo-keboan saling senggol,” ujar Nugraha, salah seorang penonton.
Akibat peristiwa tersebut, peserta kebo-keboan menjadi sasaran amuk penonton. Keributan tersebut dilerai aparat kepolisian dan TNI AD yang mengamankan jalannya kebo-keboan.
“Kalau tersenggol kerbau hitam, penonton tidak boleh marah. Kalau tidak mau kena lumpur, sebaiknya nonton lewat live streaming saja, ” cetusnya.
Ritual kebo-keboan Alasmalang diawali dengan acara selamatan di perempatan desa. Lalu dilanjutkan ritual ider bumi di empat penjuru mata angin, barat, utara, timur, selatan.
Ketika arak-arakan dimulai, penonton yang berjubel memenuhi jala desa berbaur dengan puluhan kebo-keboan yang sekujur tubuhya dilumuri warna hitam.
Saat berjalan dan bersenggolan itulah penonton yang terkena cat tersinggung dan memukul.
Pemuda Adat Desa Alasmalang Doni Agus Vergianto menjelaskan secara gamblang sebuah senggolan dalam prosesi kebo-keboan sebagai bentuk keakraban.
“Mohon maaf atas tidak kenyamanannya. Ini semua sudah tradisi kami yang digelar setiap tahun. Kami mempernyai bahwa poletan cat hitam adalah berkah," tegas Doni.
Tidak hanya itu, poletan cat hitam adalah cara mengenalkan dan ciri khas budaya kebo-keboan Alasmalang untuk memberikan rasa saling asuh dalam menjalin keberagaman.
"Kami mencari kedamaian dan kerukunan kekeluargaan karena ini adalah tradisi," jelasnya.
Silvia salah seorang penonton asal Songgon mengaku sangat terhibur bisa menyaksikan kebo-keboan secara langsung.
Yang paling menarik dan ditunggu justru jika terkena poletan cat dari peserta kebo-keboan.
”Kena percikan lumpur atau kena pupur beras kuning tidak masalah. Kurang lengkap rasanya nonton kebo-keboan pakaian belum kotor. Kalau kotor penuh cat membuktikan ada interaksi antara pemeran kebo-keboan,” tandasnya. (ddy/aif)
Editor : Ali Sodiqin