Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tradisi Keboan Makin Dekat, Warga Aliyan Kembali Kesurupan, Kali Ini Minta Lawang Kori

Dedy Jumhardiyanto • Selasa, 18 Juli 2023 | 21:09 WIB
Pak Sale
Pak Sale

RadarBanyuwangi.id – Menjelang pelaksanaan tradisi adat Keboan, makin banyak warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, yang kesurupan. Seperti yang terjadi Senin malam (17/7).

Setelah sebelum Warsen dan Andem, terbaru Pak Sale'en, warga Dusun Cempokosari, Desa Aliyan, mendadak mengerang dan bertingkah aneh layaknya kerbau. Tatapan mata kakek berusia 70 tahun ini kosong. Dia berlari mendatangi pendopo Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo.

Sale'en yang diduga dirasuki ruh leluhurnya, Buyut Wongso Kenongo, meminta dan berpesan agar kepala desa dan mudin memasang lawang kori (pintu masuk dari bambu)  di dekat makam buyut Wongso Kenongo.

Permintaan dan pesan itu segera dikabulkan. Begitu mudin Jumhar datang, dan berjanji akan mendirikan lawang kori tersebut, dia lalu meniup telinga Sale'en. Seketika itu juga, Sale'en langsung terkapar dan tak berapa lama Sale'en tersadar kembali seperti biasa.

Bagi warga Aliyan, peristiwa ini bukan hal aneh. Apalagi menjelang memasuki bulan Sura dalam kalender Jawa atau bulan Muharam dalam kalender Hijriyah.

”Kalau yang kesurupan sudah mulai beberapa orang. Ini pertanda agar tradisi Keboan segera digelar,” ujar Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo.

Menurut Anton, upacara adat Keboan di Desa Aliyan rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Juli mendatang. Rangkaian acaranya tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan setiap tahunnya.

”Warga menyambut tradisi Keboan dengan gegap gempita. Bahkan, sebagian warga sudah menggelar selamatan kampung. Setiap dusun sudah mulai membuat lawang kori atau gapura dari bambu,” terang Anton. (ddy)

Editor : Ali Sodiqin
#Keboan #tradisi #muharram #suro #Aliyan