RadarBanyuwangi.id - Kemeriahan pergelaran BEC terpaksa ditunda selama dua tahun. Tepatnya, pada periode tahun 2020 dan 2021, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia.
Selama dua tahun masa pandemi tersebut, Kabupaten Banyuwangi sempat mengalami kondisi terpuruk.
Perekonomian warga terdampak, terutama karena berbagai event yang biasanya digelar tiap tahun harus dihentikan sementara. Salah satunya yakni kegiatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Ainur Rofiq mengungkapkan, dalam jangka waktu dua tahun tersebut, perekonomian di Banyuwangi mengalami penurunan.
Bagaimana tidak, selama dua tahun itu berbagai kegiatan masyarakat harus dibatasi untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.
”Sangat berdampak, salah satunya penyebab menurunnya ekonomi karena sektor wisata tidak jalan,” ujarnya.
Rofiq menjelaskan, sedianya gelaran BEC tahun 2020 telah dipersiapkan sejak tahun 2019. Salah satunya yaitu tahap perekrutan peserta.
Namun, pandemi Covid-19 membuat konsep yang telah direncanakan sejak tahun 2019 harus diundur hingga tahun 2022.
”Pada tahun 2019 sudah merencanakan BEC, bahkan pada saat itu sudah merekrut peserta sudah tahap selesai audisi. Kemudian temanya kita angkat di 2022, atau diundurkan,” pungkas Rofiq. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin