RadarBanyuwangi.id – Puncak rangkaian event akbar kebanggaan masyarakat kabupaten the Sunrise of Java, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) digeber Sabtu siang ini (8/7).
Mengusung tema ”The Magic of Ijen Geopark”, ratusan talent bakal menampilkan kostum, riasan, hingga gerak tari dan ekspresi yang dipastikan bakal memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton.
Dalam setiap penyelengaraan, BEC memang konsisten mengangkat keragaman dan kekayaan seni, tradisi, wisata, hingga budaya lokal masyarakat Banyuwangi.
Namun, dalam setiap perhelatan BEC itu pula selalu ada hal baru yang ditawarkan kepada penonton.
Namun, panitia enggan membocorkan kejutan yang telah disiapkan. Yang jelas, sesuai tema, Gunung Ijen beserta tujuh situs pendukungnya akan dieksplorasi dan dituangkan dalam balutan kostum maupun ornamen seluruh talent BEC tahun ini.
Para talent tersebut bakal berparade mulai Jalan Veteran di kawasan Taman Blambangan dan finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi.
Sekadar diketahui, tema The Magic of Ijen Geopark diangkat dari kesuksesan Ijen Geopark yang telah ditetapkan sebagai bagian dari jaringan geopark dunia oleh Dewan Eksekutif UNESCO Global Geopark (UGG) di Paris, Prancis, 24 Mei lalu.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, tema tersebut sengaja dipilih sebagai ungkapan rasa bangga masyarakat Banyuwangi atas ditetapkannya Ijen Geopark sebagai anggota Jaringan Geopark Dunia atau Unesco Global Geopark (UGG).
”Lewat BEC, kita tunjukkan keindahan Ijen Geopark Banyuwangi kepada khalayak luas,” ujarnya.
Ipuk berharap, upaya tersebut akan semakin memperkenalkan keindahan dan keluhuran Banyuwangi di tingkat dunia.
”Semoga semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kesejahteraan pun akan terwujud,” harapnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Choliqul Ridha mengatakan, seluruh peserta BEC yang telah melewati beberapa tahapan ini siap tampil membawakan hasil terbaiknya. Mereka siap menggebrak dengan menampilkan berbagai jenis kostum dari tujuh subtema pilihan.
Tujuh subtema dimaksud di antaranya Pantai Sembulungan, Pantai Parang Ireng, Pantai Sukamade, dan Pantai Pulau Merah. Ada pula Air Terjun Lider, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dan Gunung Ijen.
”Lewat BEC, kita tunjukkan keindahan seluruh kawasan yang ada di Banyuwangi kepada khalayak luas,” ujar Ridha.
Ridha mengungkapkan, pergelaran BEC kali ini telah melalui beberapa kali perombakan sebelum akhirnya benar-benar menampilkan hasil akhir yang memukau.
Pihaknya pun telah bekerja sama dengan beberapa desainer profesional di Banyuwangi agar bisa membantu para talent menampilkan pertunjukan yang mengagumkan.
”Beragam inspirasi dari berbagai subtema tersebut dituangkan dalam bentuk desain kostum yang memesona. Saya harap momen ini menjadi sebuah karnaval yang layak ditunggu masyarakat,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin