RadarBanyuwangi.id – Semarak event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2023 terus mewarnai kabupaten the Sunrise of Java.
Sebelum memasuki puncak acara pada Sabtu besok (8/7), lebih dulu digelar sejumlah kegiatan yang menjadi rangkaian BEC.
Dua kegiatan dalam rangkaian BEC 2023 digeber hari ini (7/7), yakni Geopark Expo dan Muhibah Budaya.
Geopark Expo digelar di Lorong Bambu depan Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan mulai pagi ini sampai besok (8/7).
Sedangkan Muhibah Budaya dilaksanakan di Gesibu Blambangan mulai pukul 19.00 nanti malam.
Sementara itu, BEC juga telah diawali dengan event Ethno Wear pada Rabu (5/7) lalu. Ajang yang juga digelar di Lorong Bambu Gesibu Blambangan tersebut merupakan wadah kreativitas anak-anak muda Banyuwangi yang memiliki passion di bidang fashion.
Puluhan model, mulai anak-anak hingga dewasa belenggak-lenggok di jalanan Lorong Bambu tersebut.
Mereka memeragakan kostum kontemporer yang memvisualisasikan tema besar BEC, yakni ”The Magic of Ijen Geopark”. Ada yang mengusung tema Kawah Ijen, Pantai Parang Ireng, Sukamade, serta Alas Purwo.
Aksi para peserta menuai apresiasi positif pengunjung. Tidak terkecuali turis mencanegara.
”Amazing. Tontonan yang mengasyikkan, melihat bagaimana mereka mengenakan kostum yang unik tapi menawan. Dan menariknya, mereka membawakan ini dengan mengangkat kekhasan Banyuwangi,” kata Elias, wisatawan asal Jerman yang sengaja menonton defile busana ini sebelum mendaki Gunung Ijen.
Wisatawan lain yang berasal dari Inggris, yakni Ellie, mengaku sangat menikmati event Ethno Wear tersebut.
”Saya suka sekali. Apalagi parade yang ditampilkan anak-anak, mereka tampil percaya diri,” kata dia.
Ethno Wear adalah rangkaian dari parade busana etnik kontemporer Banyuwangi Ethno Carnival yang tahun ini mengusung spirit The Magic of Ijen Geopark.
Tema tersebut diangkat atas penetapan Ijen Geopark sebagai bagian dari jaringan geopark dunia oleh Dewan Eksekutif UNESCO Global Geopark (UGG) di Paris, Prancis, 24 Mei lalu.
Bupati Ipuk Festiandani menyaksikan langsung pelaksanaan Ethno Wear. Dikatakan, melalui kegiatan tersebut, anak muda bisa berkreasi dan menuangkan ide-idenya menjadi sebuah kostum yang menarik.
”Kami yakin dengan terus menggelar ajang semacam ini akan mampu memunculkan bibit-bibit desainer potensial daerah,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Choliqul Ridha mengatakan, Ethno Wear digelar untuk mewadahi komunitas anak-anak muda yang rutin menggelar fashion show di Taman Blambangan.
”Di Taman Blambangan ada komunitas anak muda yang rutin menggelar fashion show tiap akhir pekan. Ethno Wear ini untuk mewadahi kreativitas mereka,” kata dia.
Ridha berharap, seluruh rangkaian acara kegiatan BEC tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan kesan yang memukau kepada seluruh tamu undangan dan penonton yang hadir.
”Kegiatan kami berjalan dengan lancar tentunya juga atas dukungan seluruh pihak. Terlebih Bu Ipuk yang telah meninjau kegiatan ini menyampaikan rasa bangganya. Hal tersebut juga menjadi salah satu acuan kami untuk menampilkan yang terbaik,” tandasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin