Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lagu ArtOs Nusantara yang Dinyanyikan Farel Prayoga Diluncurkan, Dapat Apresiasi dari Menparekraf

Ayu Lestari • Rabu, 5 Juli 2023 | 19:35 WIB
MERAMBAH DIGITAL: Presiden ArtOs Nusantara Imam Maskun didampingi Tasya Syams El-Diny mengikuti webinar dengan Sixtine Crutchfield selaku Art Director of WiseArt Entrusted NFT Platform.
MERAMBAH DIGITAL: Presiden ArtOs Nusantara Imam Maskun didampingi Tasya Syams El-Diny mengikuti webinar dengan Sixtine Crutchfield selaku Art Director of WiseArt Entrusted NFT Platform.

RadarBanyuwangi.id – Pameran lukisan ArtOs Nusantara yang berlangsung di gedung tua Marina Boom 20 Mei lalu sudah terlewati. Yayasan Langgar Art yang membidani pameran kini fokus pada platform digital. Senin (3/7), Langgar Art merilis lagu berjudul ”ArtOs Nusantara” bersama WiseArt NFT Platform dan IMProduction. Lagu ciptaan Husin Albana tersebut dinyanyikan oleh Farel Prayoga, artis cilik asal Desa Kepundungan, Srono.

Platform WiseArt NFT bekerja sama dengan IMProduction mengadakan webinar bertema ”Perlindungan Aset Digital & Hak Cipta NFT”. Webinar tersebut dipandu oleh Sixtine Crutchfield selaku Art Director of WiseArt Entrusted NFT Platform. Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno ikut hadir dalam webinar.

Presiden ArtOs Nusantara Imam Maskun juga ikut nimbrung. Dia didampingi seorang penerjemah, Tasya Syams El-Diny, sarjana Sastra Arab dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga mahir berbahasa Inggris. Peserta Zoom lainnya yakni Farel Prayoga, Lita Sandy (CEO GrammyMusic.tv & IMProduction), Octavianus Panggabean (Founder & CEO RPM), dan Indra M. Putra selaku Founder MYDIO Tech.

Webinar membahas tentang pentingnya dunia seni, khususnya musik dan seni lukis. Kedua unsur ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, khususnya NFT sebagai manfaat melindungi karya seni. ”Kami melihat ini sebagai kesempatan yang sangat baik. WiseArt mendukung ArtOs melalui IMProduction dan semoga ini menjadi gerakan positif bagi dunia seni lukis dalam memperkenalkan seni rupa ke tingkat internasional melalui WiseArt NFT Platform” ujar Imam Maskun.

Di sisi lain, perkembangan teknologi blockchain khususnya NFT dapat dipastikan akan berperan penting dalam membantu perlindungan hak cipta atas karya seni. ”NFT adalah solusi terbaik saat ini untuk karya seni, karena bersifat transparan dan memiliki kode unik untuk setiap karya yang telah didaftarkan, khususnya lukisan,” ujar Lita Sandy, CEO IMProduction.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi Yayasan Langgar Art yang telah menyelenggarakan pameran lukisan bertema ArtOs Nusantara dan webinar bertema ”Perlindungan Aset Digital & Hak Cipta NFT”.

Webinar tersebut telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak cipta. Menurut Sandiaga, karya seni merupakan hasil kemampuan individu dan kolektif. Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2020, masyarakat telah menunjukkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya kekayaan intelektual.

Kekayaan intelektual telah menjadi bagian integral dari ekonomi masa depan yang menghadirkan peluang dan tantangan ekonomi kreatif. ”Saya ucapkan kepada Langgar Art dan RPM yang telah meluncurkan video klip ArtOs dengan lagu yang dinyanyikan Farel Prayoga,” kata Sandiaga.

Berkat pameran yang merambah platform digital, seni dan budaya Banyuwangi menjadi perhatian peneliti dari Singapura Management University (SMU). Peneliti tersebut adalah Emma Grimley didampingi asisten lapangan Abdullah Faqih. Banyuwangi terkenal di Singapura dan menjadi salah satu pilihan penelitian karena memiliki program Smart Kampung. (tar/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#sandiaga uno #blockchain #digital #Lukisan #ArtOs Nusantara #aset digital #ugm