Temuan ini ada dalam jarak sekitar 100 meter dari titik struktur bata kuno yang ditemukan. Sejumlah batu andesit yang ditemukan itu, memiliki bentuk balok atau persegi panjang dengan ukuran lebih dari setengah meter. “Juga ada yang persegi dengan bentuk yang pipih,” terang Irwan Kurniadi, ketua Tim Cagar Budaya Yayasan Museum Balumbung Situbondo (TCB-YMBS) kemarin (9/5).
Saat ditemukan TCB-YMBS dan tim lainnya, benda-benda itu dimanfaatkan sebagai tanggul aliran air yang posisinya di dekat pengisian bahan bakar alat berat tambang pasir dan batu. “Saat itu juga kami mengobservasi dan membuat dokumentasi temuan tersebut,” imbuhnya.
Arkeolog dari tim registrasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Jawa Timur, Abhiseka Naufal menyatakan, temuan itu dapat diduga sebagai artefak. Dan dilokasi itu, masih potensial untuk diteliti lebih lanjut. Diduga, hasil temuan itu dulunya pernah dipakai bahan baku untuk fungsi alat tertentu. “Kami tidak menyatakan ini artefak, tapi setidaknya temuan ini patut diduga satu konteks dengan struktur bata Situs Balak. Kita ketahui jaraknya tidak terlalu jauh,” ujar Naufal.
Naufal menyebut ada beberapa kemungkinan. Batu andesit itu diduga bakalan prasasti atau bisa juga bakalan lingga. “Tentu perlu penelusuran lebih mendalam, karena masih terbilang dalam lingkup Situs Balak,” ujarnya.
Menurut Naufal, tim menemukan bahan baku yang memiliki dimensi dan ciri yang kurang lebih sama teruruk di pinggir jalan, dekat kendaraan berat di lokasi tersebut. “Setidaknya ada empat sampel batu andesit yang ada di bekas tatahan lama, itu telah didokumentasikan,” katanya.(gas/abi) Editor : Agus Baihaqi